Rusia vs Ukraina
Rusia akan Kirim 1.000 Tentara Bayaran ke Ukraina, AS: Mereka Dipekerjakan
Sepekan lebih sudah Rusia melakukan invasi ke Ukraina. Tak sedikit korban jiwa berjatuhan, baik itu dari kedua kubu.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Sepekan lebih sudah Rusia melakukan invasi ke Ukraina. Tak sedikit korban jiwa berjatuhan, baik itu dari kedua kubu.
Kini, Rusia diklaim akan mengerahkan hingga 1.000 tentara bayaran lagi ke Ukraina dalam beberapa hari dan minggu mendatang.
Pejabat senior intelijen Barat melihat, langkah tersebut dilakukan Rusia dalam upayanya untuk menundukkan kota-kota di Ukraina.
Baca juga: Presiden Ukraina: Semua Orang yang Mati di Ukraina Karena Ulah ‘NATO’
Itu sekaligus menjadi peringatan, eskalasi serangan dapat menyebabkan korban sipil yang signifikan kedepannya.
Amerika Serikat (AS) telah melihat beberapa indikasi bahwa tentara bayaran Rusia mungkin terlibat dalam invasi Moskow ke Ukraina di beberapa tempat.
Namun demikian tidak jelas di mana atau dalam jumlah berapa tepatnya, pasukan tersebut diturunkan.
"Kami telah melihat beberapa indikasi bahwa mereka dipekerjakan," kata pejabat itu, seperti dikutip dari CNN.
Rusia sekarang tampaknya siap untuk "membombardir kota-kota agar tunduk," kata seorang pejabat senior intelijen barat pada hari Jumat (4/3/2022), yang dapat mencakup peningkatan yang signifikan dalam jumlah korban sipil.
Baca juga: Penasihat Wakil PM Ukraina: Jika Kita Pemilik Senjata Nuklir, Perang dengan Rusia Tak akan Dimulai
"Ini pendekatan yang sangat kasar," kata pejabat itu.
“Senjata yang lebih berat tidak hanya lebih berat, tetapi juga lebih berat dalam hal kerusakan yang dapat mereka timbulkan. Dan mereka jauh lebih tidak diskriminatif.”
Pejabat lain telah melihat pergeseran dalam strategi Rusia dari target militer ke warga sipil, dengan lebih banyak serangan yang difokuskan pada pusat-pusat populasi.
Baca juga: Jenderal Angkatan Udara Rusia Tewas Ditembak Sniper Ukraina, Ini Sosok Andrei Sukhovetsky
"Hari-hari yang akan datang kemungkinan akan lebih buruk, dengan lebih banyak kematian, lebih banyak penderitaan, dan lebih banyak kehancuran, karena angkatan bersenjata Rusia membawa persenjataan yang lebih berat dan melanjutkan serangan mereka di seluruh negeri," kata Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg.
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken menggemakan sentimen tersebut selama konferensi pers di Brussels Jumat di mana ia bertemu dengan sekutu Eropa.
“Serangan Kremlin menimbulkan korban yang terus meningkat pada warga sipil di sana. Ratusan bahkan ribuan orang Ukraina tewas, banyak lagi yang terluka, seperti juga warga negara lain."
"Lebih dari satu juta pengungsi telah meninggalkan Ukraina ke negara-negara tetangga. Jutaan orang di seluruh Ukraina terjebak dalam kondisi yang semakin mengerikan saat Rusia menghancurkan infrastruktur yang lebih kritis,” kata Blinken.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/05032022-tentara_bayaran.jpg)