Selasa, 5 Mei 2026

Rusia vs Ukraina

Ukraina: 20.000 Relawan Asing Datang untuk Lawan Rusia

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan sekitar 20.000 relawan asing sedang menuju Ukraina untuk bergabung dalam perang melawan Rusia

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
GETTY IMAGES/LEON NEAL via AP
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg saat menemui pasukan NATO di pangkalan udara Talinn, Estonia, Selasa (1/3/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan sekitar 20.000 relawan asing sedang menuju Ukraina untuk bergabung dalam perang melawan pasukan invasi Rusia.

"Jumlahnya sekitar 20.000 sekarang. Mereka kebanyakan berasal dari banyak negara Eropa," kata Kuleba kepada CNN, Minggu (6/3/2022).

Dikatakan, banyak orang di dunia membenci Rusia dan apa yang dilakukannya dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tidak ada yang berani menentang dan melawan mereka secara terbuka.

Baca juga: Jika Presiden Volodymyr Zelensky Terbunuh, Ini Rencana Ukraina

"Jadi ketika orang-orang melihat bahwa Ukraina berperang, bahwa Ukraina tidak menyerah, banyak yang merasa termotivasi untuk bergabung dalam pertempuran" dan membawa Rusia untuk bertanggung jawab atas invasinya,” ujarnya dikutip dari AFP.

Meski Kuleba berujar dia memahami keinginan orang asing untuk berkontribusi di lapangan, menurutnya yang terpenting adalah mendapat dukungan berkelanjutan, politik, ekonomi dan militer dari seluruh dunia.

"Kami membutuhkan kepemimpinan AS dalam latihan ini, dengan fokus khusus pada pertahanan udara," kata Kuleba.

Akhir bulan lalu pada awal invasi Rusia, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terbuka mengundang orang asing ke negaranya untuk membentuk "Legiun Internasional" yang akan berperang berdampingan dengan negaranya melawan Rusia.

Baca juga: Invasi Rusia, Andriy Shevchenko Menangis: Tolong Italia Buka Hati untuk Ukraina

Para relawan juga diundang untuk mengajukan diri di Kedutaan Besar Ukraina masing-masing negara.

Denmark sudah memberikan lampu hijau bagi warganya untuk ikut berperang di Ukraina.

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss pun sempat memberikan izin serupa kepada warga negara Inggris, tetapi pada Minggu (6/3/2022) dibantah oleh kepala angkatan bersenjata negara itu Laksamana Tony Radakin, yang mengatakan bahwa warga Inggris yang berperang melawan Rusia di Ukraina melanggar hukum dan tidak membantu. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Ukraina Klaim Ada 20.000 Relawan Asing Datang untuk Lawan Rusia

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved