Senin, 11 Mei 2026

Banyak Orang dari Seluruh Dunia Pesan Kamar Airbnb Ukraina Tanpa Dihuni, Ternyata Ini Alasannya

Di tengah invasi Rusia ke Ukraina, properti Airbnb di Ukraina kabarnya justru banyak dipesan oleh orang-orang yang tak berniat mengunjungi negara itu.

Tayang:
AFP/SERGEI SUPINSKY
Orang-orang terlihat di luar area tertutup di sekitar sisa-sisa peluru di sebuah jalan di Kyiv Kamis (24 Februari 2022). Serangan terjadi usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina pada hari Kamis dengan ledakan terdengar segera setelah di seluruh negeri dan menteri luar negerinya memperingatkan "invasi skala penuh" sedang berlangsung. (Foto oleh Sergei Supinsky / AFP) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Di tengah invasi Rusia ke Ukraina, properti Airbnb di Ukraina kabarnya justru banyak dipesan oleh orang-orang yang tidak berniat mengunjungi negara tersebut.

Mereka memesan persewaan Airbnb di Ukraina tanpa mengunjunginya. Bagaimana bisa?

Dilansir NDTV, ternyata lewat Airbnb, orang dapat mengirim uang langsung ke warga Ukraina yang sedang membutuhkan bantuan keuangan.

Ide menggunakan perusahaan persewaan rumah Airbnb sebagai cara untuk membantu penduduk negara yang dilanda perang mendapatkan popularitas setelah pengguna Twitter membagikannya.

Baca juga: Diterpa Sanksi akibat Invasi ke Ukraina, Sektor Penerbangan Rusia Alami Kelumpuhan

Seorang pria memindahkan puing-puing dari bangunan tempat tinggal yang hancur di Jalan Koshytsa, pinggiran kota Kiev, Ukraina, Jumat (25/2/2022). Pasukan Rusia mencapai pinggiran Kiev hari itu dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut mereka menargetkan warga sipil.
Seorang pria memindahkan puing-puing dari bangunan tempat tinggal yang hancur di Jalan Koshytsa, pinggiran kota Kiev, Ukraina, Jumat (25/2/2022). Pasukan Rusia mencapai pinggiran Kiev hari itu dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut mereka menargetkan warga sipil. ((AFP/DANIEL LEAL))

Pengguna tersebut juga membagikan cuplikan pesan terima kasih dari tuan rumah Airbnb Ukraina, yang dikirimkan kepada orang-orang yang telah memesan properti mereka tanpa niat untuk berkunjung.

"Kemarin saya berbagi ide untuk mendukung Ukraina dengan memesan kamar untuk disewa di Airbnb. 24 jam kemudian, ratusan orang memesan AirBnb di Ukraina sebagai cara untuk mengirim bantuan keuangan segera kepada orang-orang di daerah yang terkena dampak parah," tulis pengguna Twitter

"Pesan-pesan sebagai tanggapan dari tuan rumah sangat mengharukan," tulis pengguna Twitter.

Brian Chesky, CEO Airbnb, kemudian mengungkapkan bahwa lebih dari 61.000 malam dipesan di Airbnb dari orang-orang di seluruh dunia antara 2 Maret dan 3 Maret 2022.

Pemesanan menghasilkan 1,9 juta dollar AS yang langsung disalurkan ke warga Ukraina yang membutuhkan.

Baca juga: Ibu Menangis Histeris saat Cerita Kondisi Anaknya yang Kerja di Ukraina: Dia Teriak Ada Bom Meledak

Airbnb juga telah mengkonfirmasi bahwa mereka membebaskan semua biaya layanan di Ukraina.

"Kami sangat tersanjung dengan kemurahan hati yang menginspirasi dari komunitas kami selama masa krisis ini," kata juru bicara perusahaan seperti dikutip CNN.

Sarah Brown, tuan rumah Airbnb di Utah, termasuk di antara ratusan orang Amerika yang memesan properti Airbnb di Ukraina.

"Ini adalah cara untuk memberikan uang dan memberikannya langsung kepada orang tersebut sekarang," katanya kepada Today.

"Aku tidak sabar untuk melakukannya lagi."

Saat melakukan pemesanan, Brown mengirim pesan kepada tuan rumahnya di Ukraina, menjelaskan bahwa dia tidak akan datang secara langsung, tetapi ingin "mengirimkan cinta".

Baca juga: Detik-detik Helikopter Rusia Meledak Dihantam Rudal Pertahanan Ukraina

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved