RS Bersalin di Mariupol Diserang, Presiden Ukraina Tuding Rusia: Genosida Sedang Terjadi
Ukraina menuding Rusia mengebom rumah sakit untuk bersalin dan anak-anak di Kota Mariupol.
Penulis: Astini Mega Sari | Editor: Claudia Noventa
TRIBUN-PAPUA.COM - Ukraina menuding Rusia mengebom rumah sakit untuk bersalin dan anak-anak di Kota Mariupol.
Tudingan itu disampaikan oleh Dewan Kota Mariupol.
Dewan Kota Mariupol menyebut rumah sakit itu telah beberapa kali terkena serangan udara meski Rusia mengatakan akan menahan tembakan untuk membiarkan ribuan warga sipil melarikan diri dari Mariupol dan kota-kota lain yang terkepung pada Rabu (9/3/2022).
“Kehancurannya sangat besar,” katanya seperti dikutip dari Al Jazeera.
Baca juga: Inggris Soroti Pertahanan Udara Ukraina: Pasukan Rusia Gagal Membuat Terobosan Signifikan
Gubernur wilayah Donetsk mengklaim 17 orang terluka dalam serangan itu, termasuk wanita yang sedang melahirkan.
Disebutkan bahwa serangan ke Mariupol menyebabkan tanah berguncang lebih dari satu mil jauhnya. Menghancurkan jendela dan menghancurkan sebagian besar bagian depan sebuah bangunan.
Rekaman dari tempat kejadian menunjukkan polisi dan tentara bergegas ke tempat kejadian untuk mengevakuasi korban, membawa seorang wanita hamil dan berdarah di atas tandu saat salju tipis turun di atas mobil yang terbakar dan hancur.
Wanita lain meratap sambil memeluk anaknya.
Pejabat tinggi polisi setempat, Volodymir Nikulin, mengatakan Rusia telah melakukan kejahatan besar.
Baca juga: Cegah Bahan Penelitian Biologis Ukraina Jatuh ke Tangan Rusia, AS Khawatirkan Hal Ini
"Ini adalah kejahatan perang tanpa pembenaran apapun," ucapnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga membagikan rekaman di Twitter dari lokasi dugaan serangan.
Dalam video tersbeut tampak beberapa kamar rusak di sepanjang koridor di sebuah gedung yang jendelanya pecah.
Di luar gedung, terlihat banyak puing-puing berserakan.
“Berapa lama lagi dunia akan menjadi kaki tangan yang mengabaikan teror? Tutup langit sekarang! Hentikan pembunuhan! Anda memiliki kekuatan tetapi Anda tampaknya kehilangan kemanusiaan," tulis Zelensky dalam cuitannya.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Rabu, Zelenskky menuduh Rusia melakukan "genosida".
Dia juga mengulangi seruannya kepada Barat untuk memperketat sanksi terhadap Rusia “agar mereka duduk di meja perundingan dan mengakhiri perang brutal ini”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kompleks-rumah-sakit-bersalin-di-mariupolukraina.jpg)