Sabtu, 9 Mei 2026

Rusia vs Ukraina

Para Jenderal Rusia Berguguran di Ukraina

enderal terakhir yang dilaporkan tewas pada Jumat (11/3/2022) adalah Mayor Jenderal Andrei Kolesnikov.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
AP PHOTO/MARIENKO ANDREW
Sebuah pengangkut personel lapis baja terbakar dan kendaraan utilitas ringan yang rusak ditinggalkan setelah pertempuran di Kharkiv, Ukraina, Minggu (27/2/2022). Pemerintah kota mengatakan bahwa pasukan Ukraina terlibat dalam pertempuran dengan pasukan Rusia yang memasuki kota terbesar kedua di negara itu pada Minggu. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Para jenderal Rusia dilaporkan tewas dalam invasinya ke Ukraina.

Jenderal terakhir yang dilaporkan tewas pada Jumat (11/3/2022) adalah Mayor Jenderal Andrei Kolesnikov.

Angkatan bersenjata Ukraina mengatakan Mayor Jenderal Andrei Kolesnikov, komandan Distrik Militer Timur, adalah perwira tinggi Rusia ketiga yang tewas sejak pasukan Vladimir Putin menginvasi Ukraina 16 hari lalu.

Baca juga: Presiden Ukraina Minta Para Ibu dari Tentara Rusia Cegah Anaknya untuk Berperang

Pemerintah Ukraina mengumumkan hal itu beberapa hari setelah pembunuhan Mayor Jenderal Vitaly Gerasimov, Kepala Staf Angkatan Darat ke-41, yang tewas di luar Kharkiv, dan Mayor Jenderal Andrei Sukhovetsky.

Keengganan Ukraina untuk mundur dinilai menjadi pukulan lebih lanjut bagi militer Rusia, yang telah dikejutkan oleh taktik pertahanan strategis presiden Ukraina Zelensky, menurut sumber-sumber barat kepada kantor berita PA pada Jumat (11/3/2022).

Petugas pemadam kebakaran bekerja di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak di Koshytsa Street, pinggiran ibukota Ukraina Kyiv, di mana sebuah peluru militer diduga ditembakkan, pada 25 Februari 2022. - Pasukan Rusia yang menyerang menekan jauh ke Ukraina saat pertempuran mematikan mencapai pinggiran Kyiv, dengan Ledakan terdengar di ibu kota pada Jumat pagi yang digambarkan oleh pemerintah yang terkepung sebagai
Petugas pemadam kebakaran bekerja di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak di Koshytsa Street, pinggiran ibukota Ukraina Kyiv, di mana sebuah peluru militer diduga ditembakkan, pada 25 Februari 2022. - Pasukan Rusia yang menyerang menekan jauh ke Ukraina saat pertempuran mematikan mencapai pinggiran Kyiv, dengan Ledakan terdengar di ibu kota pada Jumat pagi yang digambarkan oleh pemerintah yang terkepung sebagai "serangan roket yang mengerikan". Ledakan di Kyiv memicu hari kedua kekerasan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menentang peringatan Barat untuk melancarkan invasi darat skala penuh dan serangan udara yang dengan cepat merenggut puluhan nyawa dan menelantarkan sedikitnya 100.000 orang. (Photo by GENYA SAVILOV / AFP) (AFP/GENYA SAVILOV)

Sekitar 20 Mayor Jenderal Rusia diperkirakan mengambil bagian dalam invasi, dengan beberapa dari mereka yang tewas telah mengajukan diri untuk maju ke garis depan.

“Anda melihat bahwa pada satu titik pasukan tidak dapat membuat keputusan sendiri dan tidak memiliki kesadaran situasional atau takut untuk bergerak maju, pada saat itu lebih banyak perwira senior maju untuk memimpin dari depan,” kata seorang pejabat seperti dilansir The Independent pada Jumat (11/3/2022).

Baca juga: Ukraina Klaim Rusia Serang RS Jiwa di Izyum, Gubernur Kharkiv: Ini Kejahatan Perang ke Warga Sipil

Pasukan Putin dilaporkan mengalami penurunan moral yang signifikan, sebagian karena cuaca yang sangat dingin, dengan suhu yang turun menjadi sekitar minus sembilan.

Beberapa unit juga kehabisan persediaan makanan, bahan bakar dan amunisi, karena telah berada di lapangan selama lebih dari dua minggu.

Dengan kematian Mayor Jenderal Kolesnikov, artinya perwira senior Rusia yang tewas dalam dua minggu di Ukraina sama banyaknya dengan jumlah yang tewas selama 11 tahun seluruh perang saudara Suriah, di mana Putin membantu menopang rezim Bashar al-Assad.

Baca juga: Rilis Jersey Spesial Shevchenko, AC Milan Galang Dana untuk Ukraina

Mengklaim “penghapusan” perwira senior itu dalam sebuah kicauan Twitter, militer Ukraina mengatakan: “Penjajah Rusia terus kehilangan perwira mereka dalam perang melawan Ukraina.”

Kementerian pertahanan Rusia, sejauh ini, menolak untuk menanggapi klaim ini, yang juga belum diverifikasi secara independen.

Menurut PBB, setidaknya 549 warga sipil, termasuk 41 anak-anak, telah tewas.

Setidaknya 801 lainnya terluka di Ukraina sejak awal invasi, meskipun angka sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Jenderal Rusia Diklaim Kembali Terbunuh di Ukraina, Perwira Tinggi Ketiga dalam Delapan Hari

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved