Nasional

Copot Mendag, Fadli Zon: Minyak Goreng Langka, Masyarakat Susah, Presiden Dirugikan

Melihat kondisi di masyarakat yang harus antre hanya untuk mendapatkan bahan pokok itu, Fadli Zon meminta jangan ada pihak yang membantah fenomena ini

KOMPAS IMAGES
Minyak goreng curah kemasan plastik 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Fenomena kelangkaan minyak goreng di Indonesia memang mengundang perhatian.

Tak terkecuali Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon, ikut angkat bicara.

Menjadi bintang tamu di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Fadli Zon mengatakan bahwa minyak goreng langka merupakan suatu fenomena yang baru setelah masa suram terjadi pada 1960.

Pada tahun tersebut, masyarakat Indonesia mengalami kesulitan berbagai macam komoditi.

Baca juga: Wanita Meninggal saat Antre Beli Minyak Goreng Sempat Mengeluh Sakit Dada dan Dilarang Suami Pergi

Melihat kondisi di masyarakat yang harus antre hanya untuk mendapatkan bahan pokok itu, Fadli Zon meminta jangan ada pihak yang membantah fenomena ini.

"Fenomena antrean itu juga nyata. Jadi, saya kira tidak perlu dibantah. Dengan adanya media sosial sekarang, setiap orang bisa melaporkan bahwa antrean itu nyata, kesulitan itu nyata," kata Fadli Zon dikutip dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Senin (14/3/2022).

Demikian, Fadli Zon menegaskan kalau kesulitan mendapatkan minyak goreng bagi masyarakat sulit untuk dibantah.

Lantas siapa yang harus bertanggung jawab dalam hal ini?

Baca juga: Melambung Tinggi, Harga Minyak Goreng 2 Liter di Kendari Tembus Rp 135.000

Fadli Zon menyampaikan bahwa Presiden sangat dirugikan kalau Menteri Perdagangan yang bertanggung jawab dalam permasalahan ini.

"Harusnya copot saja Menteri Perdagangannya, ganti dengan orang yang punya kapasitas, kapabilitas yang lebih baik gitu ya," ujar Fadli Zon.

"Karena ini menyangkut masalah hal-hal basic, yang dasar, sampai kita menjadi olok-olokan gitu, ada perang Ukraina-Rusia, Putin katanya, ikut campur biar suruh kita urusin minyak goreng saja dulu," ujar Fadli Zon.

Dengan fenomena ini, Fadli Zon mengaku kalau pada akhirnya Indonesia terpojokkan lantaran negara lain sudah membahas masalah sophisticated atau kecanggihan dan lain-lainnya.

Oleh sebab itu, kelangkaan minyak goreng bagi masyarakat bagi Fadli Zon adalah sebuah ironi lantaran Indonesia sebagai penghasil Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

Baca juga: Ini Harga Minyak Goreng di Supermarket Merauke

Soal ada indikasi pada rantai distribusi minyak goreng, Fadli Zon sebut kalau itu bukan salah satu masalah karena itu sudah dihilir.

"Harusnya secara holistic sudah dilihat dari hulu dan hilir, bagaimana masalah ini bisa diselesaikan dengan diagnosa yang tepat, kemudian dengan intervensi yang tepat," ucap Fadli Zon. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved