Selasa, 21 April 2026

Covid 19

FDA Buka Data Uji Klinis Pfizer, Ada Ribuan 'Kejadian Buruk'

Vaksin Pfizer sebagian besar memiliki efek ringan dan berlangsung dalam jangka pendek.

Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Tribunnews.com
VAKSIN DOSIS KEEMPAT - Seorang petugas medis menyiapkan dosis ke empat vaksin virus Corona COVID-19 Pfizer-BioNTech di Ichilov Tel Aviv Sourasky Medical Center Senin (3/1/2022). - Singapura melakukan penyelidikan terkait nenek 103 tahun yang meninggal usai terima suntikan dosis keempat. 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Vaksin Pfizer sebagian besar memiliki efek ringan dan berlangsung dalam jangka pendek.

Namun baru-baru ini, daftar 'kejadian buruk' terkait Pfizer dipublikasikan.

Dokumen itu diperoleh setelah dokter, profesor dan jurnalis mengajukan permintaan Undang-Undang Kebebasan Informasi pada Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat (AS).

Seorang hakim federal di Texas memerintahkan FDA untuk mempublikasikan data yang digunakan untuk melisensikan vaksin Covid-19 Pfizer.

Baca juga: KNPB Diduga Terlibat di Kerusuhan Yahukimo, Polda Papua: Kita Sudah Tanya ke Seniornya

Ini adalah pertama kalinya publik diizinkan mengakses data uji klinis yang diserahkan Pfizer ke FDA, dilansir TribunHealth.com dari Express, Senin (14/3/2022).

Baca juga: Setelah Tembak Rekan dan Oknum Brimob, Pratu R sempat Kabur ke Luar Daerah, Sembunyi di Rumah Warga

Ketika Pfizer mengajukan permohonan persetujuan FDA, mereka mengetahui adanya hampir 158.000 'kejadian buruk' dari vaksin mereka dan meminta agar dokumen-dokumen ini tetap disegel selama 75 tahun.

Baca juga: Kemendikbudristek Harap EdWG Perkuat Komitmen Gotong-Royong Perluas Akses Pendidikan

Menurut Rio News, daftar kejadian buruk dalam dokumen tersebut meliputi:

- Cedera ginjal akut
- Mielitis lembek akut
- Antibodi anti sperma positif
- Emboli batang otak
- Trombosis batang otak
- Gagal jantung
- Gagal jantung
- Trombosis ventrikel jantung
- Serangan jantung
- Vaskulitis sistem saraf pusat
- Kematian neonatus
- Trombosis vena dalam
- Batang otak ensefalitis
- Ensefalitis hemoragik
- Epilepsi lobus frontal
- Berbusa di mulut
- Psikosis epilepsi
- Kelumpuhan wajah
- Sindrom gawat janin
- Amiloidosis gastrointestinal
- Kejang umum tonik-klonik
- Ensefalopati Hashimoto
- Trombosis vaskular hepatik
- reaktivasi herpes zoster
- Hepatitis yang diperantarai kekebalan
- Penyakit paru interstisial
- Emboli vena jugularis
- Epilepsi mioklonik remaja
- Cedera hati
- Berat badan lahir rendah
- Sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak
- Miokarditis, kejang neonatus
- Pankreatitis, pneumonia
- Kelahiran mati
- takikardia
- Epilepsi lobus temporal
- Autoimunitas testis
- Infark serebral trombotik
- diabetes melitus tipe 1
- Trombosis vena neonatus
- Trombosis arteri vertebralis.

Daftar tersebut hanya beberapa di antara 1.246 kondisi medis lainnya setelah vaksinasi.

Baca juga: Kemendikbudristek Harap EdWG Perkuat Komitmen Gotong-Royong Perluas Akses Pendidikan

Sesuai dokumen, lebih dari 25.000 gangguan sistem saraf dilaporkan.

Ini disertai dengan 17.000 gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat serta 14.000 gangguan gastrointestinal. (Sumber : TribunHealth.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved