MotoGP Mandalika

Pudji Handoko, Sosok yang Dipercaya Mendesain Trofi MotoGP Mandalika

Desainer Tuksedo Studio mengambil inspirasi dari “Obor” yang melambangkan menyalanya api kompetisi yang balap panas.

TUKSEDO STUDIO
Trofi atau piala yang akan diberikan ke para pemenang berbagai kelas balap di gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia yang dikenal dengan ajang MotoGP Mandalika 2022. Trofi-trofi ini didesain dan diproduksi oleh Tuksedo Studio. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Tuksedo Studio ditunjuk oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) untuk merancang dan memproduksi piala/trofi untuk ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022.

Piala Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022 yang biasa disebut sebagai Moto GP Mandalika ini dibuat oleh karya anak bangsa di Tuksedo Studio yang beralamatkan di Jalan Tukad Tampuagan No 356, Ketewel, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Desainer Tuksedo Studio mengambil inspirasi dari “Obor” yang melambangkan menyalanya api kompetisi yang balap panas.

Api itu selanjutnya menjadi simbol inspirasi dari bangkitnya perekonomian Indonesia, terutama pada sektor turisme yang terdampak oleh pandemi dewasa ini, dengan harapan besar agar kita dapat sama-sama menjaga agar api dari “obor” ini tidak pernah padam.

Berbentuk obor yang digunakan untuk estafet seperti pada ajang olimpiade, Tuksedo Studio berharap agar piala yang melambangkan semangat dan kebangkitan Indonesia yang diawali di Mandalika ini dapat diteruskan estafetnya secara berkelanjutan.

"Sebagai bukti bahwa Indonesia tidak hanya mampu mengadakan event berskala internasional hanya sekali dua kali, tapi juga sebagai negara yang memiliki kemampuan artistik dan produksi tahap dunia secara terus menerus," kata Pudji Handoko selaku Owner Tuksedo Studio sekaligus andil dalam pembuatan piala MotoGP.

Umumnya digunakan sebagai material dari kendaraan-kendaraan yang memang dirancang untuk memiliki kecepatan tinggi karena sifatnya yang ringan dan memiliki kekuatan yang tepat untuk menopang kecepatannya, Tuksedo Studio yang memiliki spesialisasi dalam pembuatan mobil balap klasik dari bahan dasar aluminium memutuskan untuk memilih bahan tersebut sebagai lambang dari ajang balap yang pemenangnya ditentukan oleh kecepatan pengendara serta performa kendaraannya.

Ada pun corak motif lokal yang terdapat pada piala turut melengkapi pola siluet sirkuit yang mendasari desain piala ini secara umum sebagai ajang MotoGP yang diselenggarakan di Mandalika.

Baca juga: MotoGP Mandalika: Ke Pantai Dulu, Baru Menuju ke Sirkuit

Baca juga: Menilik Sirkuit Pertamina Mandalika: Kemegahan Lintasan, Paddock, hingga Fasilitas Penonton

Baca juga: Indonesia Jadi Legenda Via Mandalika: Pintu Masuk Menuju Memori Dunia

Kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada Tuksedo Studio oleh Dorna Motorsport dan sebagai desainer piala pada dua ajang balap internasional pertama di sirkuit Mandalika ini merupakan bukti bahwa Indonesia tidak hanya mampu menggelar ajang berskala dunia, namun juga fakta bahwa para seniman dan pekerja lokal memiliki kapasitas yang mumpuni untuk merancang dan membuat langsung dengan tangan sendiri sebuah karya seni berkelas dunia.

Sementara itu, dampak positif atau berkah dari ajang MotoGP Mandalika 2022 dirasakan sejumlah pelaku pariwisata Bali karena kendaraan mereka disewa untuk mendukung kesuksesan event tersebut.

Tercatat oleh Perusahaan Angkutan Pariwisata Bali (PAWIBA), sebanyak 100 unit lebih kendaraan milik anggotanya telah disewa untuk gelaran ajang MotoGP Mandalika 2022.

"Kurang lebih 100 unit. Semua rata-rata yang disewa jenis medium bus kapasitas 35 orang," ujar Anggota Bidang Umum dan Media PAWIBA, Wayan Thomas B kepada Tribun Bali, Kamis (17/3).

Thomas menambahkan, untuk 100 unit kendaraan dari PAWIBA ini diberangkatkan ke Lombok secara bertahap melalui Pelabuhan Padang Bai, mulai Rabu (16/3) pukul 11.00 Wita.

Dan kloter terakhir unit kendaraan yang akan berangkat Jumat malam. Pihaknya sebagai salah satu Organda di Bali diminta support kendaraan, karena di NTB kekurangan armada untuk shuttle bus bagi para penonton.

"Jadi permintaan mereka support dari dua Organda (Organisasi Angkutan Darat) yang ada di Bali dan Jawa Timur. Bali memang juga kekurangan jadi Organda Jawa Timur juga dilibatkan," imbuh Thomas. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved