Subsidi Minyak Goreng Papua

Tiga Perusahaan Besar Ini yang Kuasai Pasar Minyak Goreng Indonesia

YLKI, DPR, hingga Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga adanya praktik kartel.

Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
MIGOR - Kondisi minyak goreng berbagai merek yang telah tersedia di etalase pusat perbelanjaan Saga Mall Abepura, Kota Jayapura, Jumat (18/3/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA –  Sejumlah pihak mengendus adanya permainan tidak sehat di industri minyak goreng tanah air.

Bukan tanpa alasan, sebab, hingga saat ini persoalan minyak goreng belum terselesaikan.

Mulai dari kosongnya ketersediaan stok di pasar atau retail, hingga melonjaknya harga yang tidak wajar.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), hingga Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga adanya praktik kartel.

Sebelumnya, KPPU pernah mengatakan bahwa pihaknya melihat terkonsentrasinya produksi minyak goreng oleh sejumlah perusahaan besar.

Baca juga: Gejolak Geopolitik Eropa Timur dan Naiknya Harga Minyak Mentah Dunia, Pertamina Naikkan Harga Avtur

Terkonsentrasinya sejumlah produsen membuat pelaku usaha tersebut mempunyai kekuatan untuk mengatur produksi dan harga dibandingkan dengan pelaku usaha yang tidak terintegrasi.

KPPU menyebut, penguasa pasar minyak goreng adalah perusahaan-perusahaan yang terintegrasi secara vertikal dengan perusahaan perkebunan sawit.

Dalam situasi sulit seperti ini, pemain di industri minyak goreng kerap dituduh menjadi sumber permasalahan.

Berikut informasi yang diperoleh Tribunnews dari berbagai sumber, daftar 3 perusahaan terbesar yang menguasai pasar berdasarkan besaran pasokan untuk dalam negeri (domestic market obligation/DMO).

Wilmar

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved