Covid 19

Vaksinasi Lengkap Terbukti Efektif, Tren Penanganan COVID-19 Terus Menurun

Pada Jumat (18/3) Kasus konfirmasi harian kembali turun ke angka 9.528, lebih rendah dari hari sebelumnya, Kamis (17/3) yang sempat di 11.532.

Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Kompas.com
Ilustrasi: Virus Omicron varian baru dari Covid-19. 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA -Pada Jumat (18/3/2022), kasus konfirmasi harian kembali turun ke angka 9.528, lebih rendah dari hari sebelumnya, Kamis (17/3) yang sempat di 11.532.

Dengan begitu angka konfirmasi mingguan turun signifikan sebesar 49,50 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Indikator ini diikuti oleh angka kasus aktif yang turun ke angka 245.979 pada Jumat (18/3) dibanding Kamis yang tercatat di 262.477.

Baca juga: Pengamanan Proyek Galian Pasir di Gome Tak Kantongi Izin, Panglima TNI: Ditutupi Danki

Sementara kasus aktif mingguan turun sebesar 29,87 persen jika dibandingkan minggu sebelumnya.

"Hari ini kami kembali memantau penurunan angka kasus dan indikator penanganan COVID-19 lainnya,"kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, dr. Siti Nadia Tarmizi dikutib dari kemkes.go,id.

Baca juga: Personel Gabungan TNI-Polri Sita Puluhan Miras dan Sajam Setelah Patroli di Merauke

Menurut dia, tren ini menunjukkan pandemi COVID-19 cukup terkendali di Indonesia, dan perlu konsisten menurunkan indikator transmisi COVID-19 agar kondisi pandemi di Indonesia segera dilewati.

Selain itu, kata dia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) didukung tim ahli Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), pada Jumat (18/3) mengumumkan hasil survei serologi nasional.

Baca juga: Kumpulan 40 Ucapan Selamat Hari Paskah 2022 dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Survei ini bertujuan untuk mengetahui proporsi antibodi yang terbentuk di populasi masyarakat Indonesia terhadap virus SARS-CoV-2.

"86,6 persen penduduk Indonesia sudah memiliki antibodi SARS-CoV-2. Analisa ini berdasarkan hasil survei terhadap 21.880 sampel penduduk di 34 Provinsi dengan melibatkan 1.094 desa/kelurahan terpilih pada Oktober-Desember 2021 lalu,"ujar dr. Nadia.

Baca juga: Tutup G20 EdWG, Delegasi Sepakat Dukung Empat Agenda Prioritas Usungan Kemendikbudristek

Selain menunjukkan angka antibodi yang tinggi pada penduduk Indonesia, kata dia, survei serologi ini juga membuktikan vaksin COVID-19 menambah proteksi terhadap gejala berat dan risiko kematian akibat COVID-19.

Selanjutnya, 99,4 persen proporsi penduduk memiliki antibodi setelah terinfeksi COVID-19 dan ditambah vaksinasi dua dosis.

Baca juga: Pengamanan Proyek Galian Pasir di Gome Tak Kantongi Izin, Panglima TNI: Ditutupi Danki

"Vaksinasi lengkap ditambah booster menjadi faktor penting untuk menciptakan proteksi tambahan bagi masyarakat Indonesia,"katanya.

"Kita tidak mungkin bergantung pada antibodi alamiah yang terbentuk dari infeksi COVID-19 karena risikonya terhadap pasien dan sistem kesehatan nasional sangat besar,"ujarnya.

Baca juga: Hasil Serologi : 86,6 Persen Penduduk Indonesia Miliki Antibodi terhadap COVID-19

Hingga Jumat (18/3), tambah dia, vaksinasi dosis 1 telah diberikan kepada 194.493.617 (93,39 persen) penduduk.

Sementara vaksinasi dosis 2 telah diberikan kepada 153.560.859 (73,273 persen) penduduk. Sedangkan vaksinasi dosis 3 telah diberikan kepada 16.074.636 (7.72 persen) penduduk Indonesia. (Sumber : kemkes.go.id)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved