Subsidi Minyak Goreng Papua
Menjelang Ramadan, Harga Minyak Goreng di Pasar Hamadi Papua Melonjak
Kalau saya lihat memang ibu-ibu sudah mulai menyetok beli banyak buat jaga-jaga, karena mau masuk bulan puasa, dan lebaran Idulfitri
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Menjelang Bulan Suci Ramadan, harga minyak goreng melonjak drastis di Pasar Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura Provinsi Papua.
Berdasarkan pantauan Tribun-Papua.com Kamis (24/3/2022), harga minyak goreng rata-rata berkisar Rp 22.000, hingga Rp 25.000 per liternya.
• Disperindagkop Papua Pastikan Stok Minyak Goreng Aman saat Ramadan
Sementara untuk minyak goreng merek Sania, ukuran 1 liternya dikenai Rp 22.000 dan ukuran 2 liter seharga Rp 42.000.
Padahal sebelumnya, harga minyak goreng sempat disubsidi Pemerintah dengan harga Rp 14.000 per liternya.
Stok persediaan minyak goreng di sejumlah toko ataupun los yang ada di Pasar Hamadi, juga masih terpantau aman terkendali, hingga satu bulan ke depannya.
• Minyak Goreng Curah Langka, Komisi VI DPR: Rakyat Dikasih Harapan Palsu Terus oleh Pemerintah
Kepada Tribun-Papua.com penjual minyak goreng, Rian Hasanudin (42) mengatakan stok ketersediaan minyak goreng, masih cukup untuk satu bulan mendatang.
"Kalau sampai satu bulan ke depan, sampai puasa itu masih aman, karena kiriman dari para distributor kami lancar," terangnya.
• Tagih Janji Mendag soal Mafia Minyak Goreng, PKS: Jangan Sampai Ucapannya Cuma Gaya-gayaan Saja
Meski demikian, dikatakannya minat pembeli untuk membeli minyak goreng masih terbilang cukup tinggi.
"Ini kalau saya lihat memang ibu-ibu sudah mulai menyetok beli banyak buat jaga-jaga, karena mau masuk bulan puasa, dan lebaran Idulfitri," tuturnya.
Untuk itu, soal mengendalikan stok persediaan minyak goreng di pasaran, ia meminta Pemerintah setempat agar, melakukan sidak pasar untuk memastikan ketersediaan stok minyak goreng dalam jangka waktu sebulan ke depan.
• Soal Mafia Minyak Goreng, Satgas Pangan Polri: Sejauh Ini Belum Ditemukan
"Takutnya mau masuk ramadan begini, banyak yang beli banyak, sehingga yang lain tidak kebagian, meskipun ini pasokan dari distributor lancar yah masuk ke kami," paparnya.
Sebelumnya diketahui, Pemerintah telah mencabut Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng premium, atau kemasan pada beberapa pekan lalu.
• Buruh: Pemerintah Jangan Bunuh Rakyat dengan Minyak Goreng Curah
Hal tersebut, mengakibatkan harga minyak goreng diserahkan kembali kepada ketentuan mekanisme pasar.
Dicabutnya HET tersebut, membuat harga minyak goreng kemasan kembali melonjak naik di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Papua. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/pedagang-migor-di-hamadi.jpg)