ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

KKB Papua

Mahfud MD Diminta Segera Realisasikan Provinsi Pegunungan Tengah, Marinus: Agar KKB Papua Teratasi

Permintaan ini disampaikan akademisi Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung. Alasannya, lantaran konflik dan kekerasan oleh KKB di Papua tak berujung

(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Menkopolhukam Mahfud MD tengah berada di Jayapura, Papua, Sabtu (30/11/2019) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD diminta segera merealisasikan daerah otonomi baru (DOB) Provinsi Papua Tengah demi mengatasi isu human security atau keamanan manusia, akibat gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KBB).

Permintaan ini disampaikan akademisi Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung.

Alasannya, lantaran konflik dan kekerasan yang dilakukan KKB di Bumi Cenderawasih belum berujung.

“Negara harus siap strategi antisipasinya, dan menjadikan kebijakan DOB Provinsi sebagai instrumen strategis keamanan, secara khusus Provinsi Pegunungan Tengah Papua yang menjadi basis utama KKB, negara akan bisa mengontrol dan mempersempit ruang gerak perlawanan KKB Papua dengan tepat," ujar Marinus.

Baca juga: KKB Papua Kembali Serang Bandara Kenyam, Kapolres: Belum Bisa Dipastikan Egianus Kogoya Pelakunya

"Agar seluruh pasukan keamanan dikerahkan untuk membuat garis embarkasi militer demi membatasi akses KKB dan para simpatisan. Biarkan KKB dan simpatisannya beraktivitas dengan agendanya sendiri di Provinsi KKB milik mereka sendiri," lanjutnya dalam tulisan di media sosial, dikutip Tribun-Papua.com, Senin (28/2022).

Marinus Yaung pun mengijinkan Tribun-Papua.com untuk mengutip sebagian besar dari tulisannya tersebut.

Dia menyerukan agar semua pihak tak terpecah belah akibat propaganda yang dilancarkan KKB dn simpatisannya.

Menurutnya, keberadaan KKB menjadi ancaman serius terhadap keselamatan hidup orang Papua lainnya, di luar suku-suku yang membentuk kelompok separatis tersebut.

"Karena itu segera bentuk Provinsi Pegunungan Tengah Papua atau Provinsi KKB agar pendekatan keamanan oleh negara bisa lebih terukur, terarah dan tepat sasaran. Pada akhirnya, ancaman terhadap kemanusian oleh KKB Papua bisa diminimalisir pasukan keamanan secara efektif dan maksimal," pungkasnya.

Baca juga: Mengenal Pelontar Granat GLM Tewaskan 2 Marinir, Prada Yotam Latih KKB Papua hingga Reaksi KSAL Yudo

Akademisi Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung.
Akademisi Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung. (Tribun-Papua.com/Tribunnews.com)

n Kekuatan Besar ke Papua

Dalam tulisannya, Marinus Yung juga meminta negara hdir di Papua dengan mengerahkan kekuatan militer secara besar-besaran.

Kebijakan tersebut dipandang akan menekan ruang bagi KKB melancarkan aksinya yang menarget aparat TNI dan polisi serta warga sipil jadi korban.

"Kalangan sipil atau militer, kelompok sipil bersenjata, semuanya menjadi target. Kapan saja lengah, nyawa melayang. Karena itu negara harus hadir dalam pembentukan daerah otonomi baru di Papua," ujarnya.

Dengan terbentuknya provinsi baru, kata Marinus, negara akan mudah memetakan dan melokalisir posisi aktor-aktor kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat.

"Negara juga bisa mengembangkan dan memperkuat kebijakan keamanan teritorial untuk mempersempit ruang gerak kelompok sipil bersenjata atau KKB Papua," tukasnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved