Covid 19 Papua

Tersisa 7 Pasien Covid-19 Dirawat, Peribadatan di Kota Jayapura Dibuka 100 Persen

Peribadatan di Kota Jayapura dibuka dengan kuota jemaat 100 persen, menyusul pasien Covid-19 yang telah menurun yakni hanya tersisa 7 pasien.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
ISOLASI - Sejumlah pasien Covid-19 sedang menjalani isolasi terpadu di LPMP Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura pada Sabtu (19/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Peribadatan di Kota Jayapura dibuka dengan kuota jemaat 100 persen, menyusul pasien Covid-19 yang telah menurun yakni hanya tersisa 7 pasien.

Hal itu diputuskan Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM), dalam rapat Forkopimda membahas evaluasi penanganan Covid-19 yang diikuti Tribun-Papua.com di Kantor Wali Kota Jayapura Entrop Rabu (6/4/2022).

Baca juga: Waktu Aktivitas Masyarakat dan Ekonomi di Kota Jayapura Diperpanjang Hingga Pukul 24.00 WIT

"Setelah kita berdiskusi bersama Forkopinda dan pimpinan umat beragama se Kota Jayapura, kita putuskan peribadatan di Kota Jayapura akan dilangsungkan dengan kuota 100 persen," sebutnya.

Meski demikian, pihaknya tetap meminta para pimpinan umat beragama agar dapat memperhatikan penerapan protokol kesehatan ketat di setiap tempat-tempat ibadaha.

"Ini tadi kita dengar laporan, masih ada tempat-tempat ibadah yang tidak menyediakan masker, masih ada yang kepala batu, untuk itu mohon mari sama-sama kita taati prokes, khususnya penggunaan masker saat beribadah," tandasnya.

Pihaknya juga menyoroti soal penyediaan masker dari pengurus tempat ibadah, dan kesediaan handsanityzer.

"Kami juga berjejaring, dikomunikasikan ke pimpinan umat bergama, baik di gereja, masjid, vihara, dan pura, untuk menyediakan masker bagi umatnya selama proses peribadatan," pintanya.

Baca juga: Luhut Binsar Pandjaitan: Kasus Covid-19 Turun Drastis hingga 97 Persen secara Nasional

Selain itu, Benhur menekankan saat ini pihaknya juga tengah berfokus dalam penurunan level pandemi Covid-19, dari level 3 menjadi level 2.

"Perlu kita ketahui, meskipun angka covid-19 kita yang positif rendah, tapi kita masih berada pada level 3, kendala kita untuk menurunkan level 3 menjadi 2 ini karena masih kurangnya vaksinasi terhadap lansia," paparnya.

Untuk itu, ia meminta kepada pimpinan umat beragama agar dapat mensosialiasikan kepada jemaat atau umatnya, untuk bisa memberikan vaksinasi kepada lansia. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved