Subsidi Minyak Goreng di Papua
Data Kemensos : BLT Minyak Goreng Jangkau 20,65 Juta Kelompok Penerima Manfaat
Bantuan Langsung Tunai Minyak Goreng menjangkau sasaran sebanyak 20,65 juta Kelompok Penerima Manfaat
TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Bantuan Langsung Tunai Minyak Goreng menjangkau sasaran sebanyak 20,65 juta Kelompok Penerima Manfaat (KPM), yaitu 18,8 juta KPM BPNT dan 1,85 juta KPM PKH yang belum terdaftar sebagai penerima BPNT.
Kementerian Sosial menyatakan kesiapannya mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo mengurangi pengeluaran masyarakat dengan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng.
Kemensos menyediakan data yang terus diperbarui sebagai basis penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng.
Baca juga: Sosok Haji Endang, Bawa Recehan Berkarung ke Showroom dan Beli Pajero Sport untuk Istri: Warga Heboh
Mewakili Menteri Sosial Tri Rismaharini, Sekjen Kemensos Harry Hikmat menyatakan, BLT Minyak Goreng masuk dalam rumpun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako dengan sasaran para warga pra-sejahtera yang terekam datanya dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Harry menyatakan, Kemensos secara periodik terus memperbarui DTKS.
Baca juga: Menaker: THR 2022 Wajib Dibayar Paling Lambat 7 Hari sebelum Idul Fitri
“Untuk data, terus menerus kita tingkatkan validitas dan realiabilitas ketepatan sasaran untuk memastikan penerima bansos dari DTKS termasuk PKH dan BPNT/Program Sembako. Sesuai arahan Presiden, penerima (BLT) Minyak Goreng adalah penerima manfaat BPNT dan PKH,” kata Harry Hikmat melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Sabtu (9/4/2022).
Untuk memastikan validitas data, Kemensos telah meningkatkan pembaruan data, dari sebelumnya setahun dua kali dan saat ini Menteri Sosial melakukan setiap bulan.
Baca juga: Penangguhan Rusia dari Dewan HAM PBB, Indonesia Pilih Abstain
“Menteri Sosial melakukan updating setiap bulan dengan data yang berbasis by name by address , padan dengan data Dukcapil atau Nomor Induk Kependudukan (NIK),”ujar Harry.
Bahkan, upaya meningkatkan validitas data dilakukan dengan dukungan inovasi teknologi, misalnya dengan geo-tagging melalui citra satelit. Hal ini memungkinkan dalam DTKS terbaru dilengkapi dengan foto kondisi rumah penerima bantuan.
Baca juga: Ramadan dan Idulfitri, BI Papua Siapkan Uang Tunai Rp 1,33 T, BNI Rp 17,81 T per Minggu
“Data tersebut tersaji secara real time saat penyaluran bansos baik untuk penerima BPNT maupun PKH. Jadi, kami yakin ketepatan sasaran bansos akan jauh lebih baik,” kata Harry.
Kemensos juga menyediakan aplikasi cek bansos terintegrasi dalam Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial SIKS-NG dilengkapi dengan fitur usul-sanggah. Masyarakat bisa berpartisipasi mengusulkan bagi warga yang berhak menerima maupun menyanggah bagi warga tidak layak menerima.
Baca juga: Lolos ke Babak Final, Timnas Futsal Indonesia Bantai Myanmar 6-1
“Melalui fitur usul-sanggah masyarakat bisa ikut berpartisipasi. Termasuk ketika masyarakat menemukan keluarga sangat miskin dan layak menerima bisa juga diajukan di cek bansos,"ujarnya.
. Itu mekanisme di Kemensos sebagai upaya menjaga integritas dari DTKS sehingga bansos yang diterima keluarga miskin betul-betul tepat sasaran termasuk BLT Minyak Goreng, ” katanya.
Baca juga: Update Virus Corona di Papua dan Papua Barat hingga Jumat 8 April 2022: Total Kasus Capai 79.592
BLT Minyak Goreng menjangkau sasaran sebanyak 20,65 juta KPM, yaitu 18,8 juta KPM BPNT dan 1,85 juta KPM PKH yang belum terdaftar sebagai penerima BPNT.
Bantuan diberikan sebagai bantalan guna membantu meningkatkan daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga memasuki bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Baca juga: Gempabumi Tektonik Magnitudo 5,1 Guncang Tolikara Papua, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meluncurkan program BLT Minyak Goreng yang secara seremoni berupa penyerahan uang tunai kepada masyarakat penerima bantuan di Pasar Angso Duo, Jambi, Kamis (7/4/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/21032022-minyak_goreng-6.jpg)