Syarat dan Cara Cek Penerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta, Simak di Sini

Program bantuan subsidi upah (BSU) atau subsidi gaji Rp 1 juta rupiah akan kembali digulirkan pemerintah tahun 2022.

(KOMPAS.com/NURWAHIDAH)
Ilustrasi uang 

TRIBUN-PAPUA.COM – Program bantuan subsidi upah (BSU) atau subsidi gaji Rp 1 juta rupiah akan kembali digulirkan pemerintah tahun 2022.

Pekerja yang memenuhi syarat bisa menerima BSU 2022 dari pemerintah.

Pekerja yang menerima program BSU adalah pekerja dengan gaji kurang dari Rp 3,5 juta per bulan.

Pemerintah juga masih menggunakan data BPJS Kenagakerjaan (BP Jamsostek) terkait data penerima subsidi gaji.

Dikutip dari laman bsu.kemnaker.go.id, tujuan program BSU adalah untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi pekerja/buruh yang terdampak Covid-19.

Baca juga: Kemenaker Masih Godok Rincian Kriteria Penerima dan Mekanisme Penyaluran Subsidi Gaji 2022

Penyaluran bantuan subsidi gaji tahun ini diberikan kepada pekerja/buruh sebesar Rp 500.000 per bulan selama dua bulan, yang akan diberikan sekaligus sebesar Rp 1 juta.

Terkait program BSU tahun 2022 ini, pemerintah menggelontorkan anggaran senilai Rp 8,8 triliun. Nantinya, dana tersebut akan disalurkan kepada 8,8 juta pekerja yang memenuhi persyaratan.

Hanya saja, untuk teknis mengenai program BSU 2022 masih dalam proses pembahasan pemerintah.

"Pemerintah mengalokasikan anggaran BSU 2022 sebesar Rp8,8 triliun dengan alokasi bantuan per penerima sebesar Rp1 juta. Adapun rincian terhadap kriteria dan mekanisme BSU 2022 ini sedang digodok oleh Kementerian Ketenagakerjaan," jelas Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.

Saat ini, Kemnaker tengah mempersiapakan seluruh instrumen kebijakan pelaksanaan BSU 2022. Hal ini dilaksanakan untuk memastikan bahwa program BSU atau subsidi gaji dapat dijalankan dengan cepat, tepat, akurat, dan akuntabel.

Baca juga: Cara Mendapatkan BLT Minyak Goreng dan Bantuan Subsidi Upah yang Cair di Bulan April

Menaker menjelaskan, cepat dimaksudkan agar BSU dapat segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh. Tepat bermakna sesuai dengan sasaran penerima, serta sesuai dengan persyaratan dan ketentuan.

"Sedangkan akurat didasarkan pada data yang bisa dipertanggungjawabkan, dan akuntabel sesuai dengan tata kelola yang benar," katanua.

Selain itu, saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan beberapa hal antara lain merampungkan regulasi teknis BSU 2022, mengajukan dan merevisi anggaran bersama Kemenkeu.

"Serta yang tidak kalah penting adalah mereview data calon penerima BSU 2022 bersama BPJS Ketenagakerjaan, dan berkoordinasi dengan pihak Himbara selaku Bank Penyalur," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved