ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Sejarah

Mengenal Sejarah Peradaban Islam: Periode Klasik, Pertengahan hingga Modern

Peradaban Islam dibagi pada tiga pembabakan zaman atau periodisasi, untuk mempermudah pemahaman sejarah peradabannya.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Sejarah Peradaban Islam. (Wikipedia) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Peradaban Islam diklasifikasikan pada tiga pembabakan zaman atau periodisasi.

Tujuan pembabakan sejarah peradaban Islam ini untuk mempermudah pemahaman dan mengetahui ciri khas atau karakteristik dalam pembahasan sejarah.

Periodisasi sejarah peradaban Islam juga diberlakukan dalam perkembangan budaya Islam sejak Nabi Muhammad SAW berdakwah di Arab.

Dalam perkembangannya, agama Islam turut memunculkan suatu kebudayaan yang kemudian dinamakan peradaban Islam.

Baca juga: Mengenal Yekaterina, Tsar Perempuan Pertama Rusia: Ditakuti Namun Runtuh karena Tukang Selingkuh

Hal ini memicu kemunculan beberapa dinasti dan kerajaan bercorak islam untuk berkembang di beberapa pusat kota di dunia.

Secara umum, peradaban Islam dibagi menjadi tiga babak, yaitu Periode Islam Klasik, Pertengahan, dan Modern, yang memiliki cirinya masing-masing.

Melansir Kompas.com, berikut adalah penjelasan terkait tiga periodisasi sejarah peradaban Islam.

1. Periode Klasik

Pada Periode Klasik, perkembangan Islam dibagi menjadi dua fase, yaitu fase ekspansi, integrasi, dan kemajuan (650-1000 M) dan fase disintegrasi (1000-1250 M).

Pasa fase ekspansi, integrasi, dan kemajuan, kejayaan Islam diwakili oleh Bani Umayyah, yang berhasil memperluas pengaruh Islam hingga Afrika Utara dan Spanyol bagian barat.

Selain itu, Persia hingga wilayah India juga terpengaruh oleh kejayaan Islam saat itu.

Pada Periode Klasik, ilmu pengetahuan, seni, dan arsitektur berkembang pesat.

Hal ini dibuktikan dengan berkembangnya beberapa kota yang berada di bawah kekuasaan Islam.

Buktinya dapat dilihat di Istana AzZahra di Kordoba dan Istana Al Hambra di Granada.

Selain itu, para ilmuwan dan ulama besar juga bermunculan, seperti Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam al-Asya'ri, Imam al-Maturidi dan Al-Jubba'i.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved