Kamis, 16 April 2026

Sejarah

Sejarah Gerakan Reformasi 1998: Latar Belakang hingga Tujuan

Gerakan itu menjadi menumental, karena mampu meruntuhkan rezim Order Baru yang dipimpin Soeharto.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Gerakan Reformasi. (Foto: Erik Prasetya/BBC Indonesia) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Masih ingat gerakan reformasi tahun 1998?

Lahirnya gerakan reformasi di Indonesia dipelopori oleh para mahasiswa.

Gerakan reformasi itu bahkan menjadi menumental, karena mampu meruntuhkan rezim Orde Baru kepemimpinan Soeharto.

Sampai lengsernya dari jabatan presiden, Soeharto sudah berkuasa selama 32 tahun sejak tahun 1966.

Soeharto sendiri melepas jabatannya pada 21 Mei 1998 yang kemudian digantikan oleh Wakil Presiden BJ Habibie.

Baca juga: NasDem Tolak Penundaan Pemilu, Surya Paloh: Kami Bukan Pengkhianat Reformasi

Dengan begitu, reformasi di Indonesia pun sering disebut sebagai era pasca-Soeharto.

Mahasiswa dari berbagai kampus Tasikmalaya berunjukrasa dan mengumandangkan lagu Reformasi protes kebijakan pemerintah serta menduduki gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (8/4/2022) sore
Mahasiswa dari berbagai kampus Tasikmalaya berunjukrasa dan mengumandangkan lagu Reformasi protes kebijakan pemerintah serta menduduki gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (8/4/2022) sore (KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA)

Latar Belakang Lahirnya Gerakan Reformasi

Gerakan reformasi dilatarbelakangi oleh kondisi ekonomi Indonesia yang pada saat itu tengah melemah dan merosot.

Krisis ekonomi melanda Indonesia dan negara di Asia Tenggara pada 1997, yang berdampak pada harga bahan-bahan pokok naik dan keberadaannya langka.

Pekerjaan sulit didapat, pengangguran bertambah, angka putus sekolah dan kemiskinan meningkat drastis, atau terjadinya ketimpangan sosial.

Saat itu, hutang Indonesia menumpuk sementara dollar semakin meningkat.

Terjadi penyelewengan dan perlakuan tidak adil oleh pemerintahan Presiden Soeharto semakin memperparah kekecewaan dan ketidakpuasan masyarakat.

Ketidakadilan terjadi di berbagai bidang, yaitu politik, hukum, dan ekonomi.

Terjadi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di semua bidang, sehingga pemerintah masa Orde Baru dinilai tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

Baca juga: Mengenal Yekaterina, Tsar Perempuan Pertama Rusia: Ditakuti Namun Runtuh karena Tukang Selingkuh

Maka, gerakan reformasi lahir sebagai puncak ketidakpuasan dan kekecewaan mahasiswa dan masyarakat terhadap pemerintah atas kondisi tersebut.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved