Pemkab Jayapura
Program PGP Bentuk Profil Pelajar Pancasila Melalui Merdeka Belajar
Calon Pendidikan Guru Penggerak (PGP) bertujuan membentuk profil pelajar pancasila melalui merdeka belajar
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Calon Pendidikan Guru Penggerak (PGP) bertujuan membentuk profil pelajar pancasila melalui merdeka belajar.
Ada 25 calon program Pendidikan Guru Penggerak yang mengikuti kokakarya 7 festival panen hasil belajar.
Baca juga: 15 Menit Mengudara, Pesawat Lion Air Tujuan Makassar Kembali Mendarat di Surabaya, Ini Penyebabnya
Kegiatan ini menampilkan produk sebagai calon guru penggerak, diterapkan pada pengelolaan sumber daya di lingkungan sekolah.
"Penerapan Merdeka Belajar melihat pada potensi siswa kemudian dikembangkan tetapi berpusat pada anak tersebut," kata Guru Bahasa Inggris, Monica Wijayanti dari SMP Negeri 1 Depapre, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, kepada Tribun-Papua.com, Kamis (19/5/2022).
Baca juga: Rahasia Organisasi Papua Merdeka Bocor, Egianus Kogoya Dituding Penyebabnya: Terancam Bubar?
Menurutnya, program PGP awalnya diterapkan pada guru kemudian siswa, kelas, sekolah, dan masyarakat.
"Jadi tugas kami adalah untuk menuntun siswa-siswi kami, sebagai bentuk pembebasan," ujarnya.
Lanjut dia, hasil karya yang ditampilkan ini merupakan hasil belajar pada program PGP kemudian pada kearifan lokal tempat ia mengajar.
"Jadi, salah satu program PGP yaitu siswa dapat mengenal potensi diri dan budaya, kemudian dikembangkan untuk menjadi bagian dari kemampuan pada diri siswa tersebut,"katanya.
Baca juga: Kenali Penyebab dan Gejala Gangguan Saluran Cerna Bawah, Ini Penjelasan Dokter
"Bukan hanya budaya pada di daerah sendiri di daerahnya sendiri tetapi juga budaya lain di Indonesia, "ujarnya.
Sementara itu, Guru Matematika SMP N II Kaureh, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Tince Fadbes mengatakan sekolahnya berada di daerah transmigrasi sehingga ada berbagai suku dan budaya.
"Tapi lebih spesifik untuk daerah Papua sendiri biasanya tarian, karena ada gabungan dari semua daerah maka ada tarian yang ditampilkan juga dari daerah-daerah lain, "katanya.
Baca juga: Cara Gunakan Cengkeh untuk Kecantikan, Hilangkan Jerawat hingga Samarkan Noda di Wajah
Mengawali pembelajaran, kata dia, ada lagu daerah dan video yang ditonton oleh siswa dan juga lomba pada Sabtu atau hari libur nasional.
Tince berharap, dari festival ini ada kue sagu, minyak kelapa, dan kerajinan tangan, hasil karya siswa mengelola sumber daya sekitar dan juga potensinya.
"Jadi Jadi kami mulai dari TK hingga SMA, itu jenjangnya beda dan bikin juga dengan bakatnya, mereka mengolah barang bekas,"ujarnya.
Baca juga: Kemenkes Catat 14 Kasus Dugaan Hepatitis Akut, Ini Upaya Pencegahannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/stand-festival-hasil-hanen-belajar-program-pendidikan-guru.jpg)