Persipura
Mengenal BCN 1963, Ultras Persipura Paling Berisik
Melepaskan peran kelompok suporter terhadap rentetan sejarah dan prestasi yang telah dicapai Persipura Jayapura adalah sebuah keniscayaan
Penulis: Yohanes Musanus Palen | Editor: Maickel Karundeng
Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Raymond Latumahina
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Melepaskan peran kelompok suporter terhadap rentetan sejarah dan prestasi yang telah dicapai Persipura Jayapura adalah sebuah keniscayaan.
Sulit untuk membayangkan, supremasi Persipura di kancah sepak bola domestik dalam kurun waktu 15 tahun terakhir ini, tanpa andil dari loyalitas dan fanatisme kelompok suporternya.
Baca juga: Dua Pelaku Pembawa Ganja Kering 1,1 Kilogram, Terancam Masuk Bui dan Denda Ratusan Juta
Namun, seiring menukiknya performa Persipura dalam peta kompetisi Liga Indonesia di tiga tahun terakhir ini membuat euforia tersebut menjadi lesu.
Satu per satu kursi penonton mulai terlihat kosong saat Persipura bermain di Stadion Mandala, Jayapura.
Atas keresahan tersebut maka lahirlah semangat baru dari sebuah kelompok suporter Persipura bernama BlackPearl Curva Nord 1963 (BCN 1963) pada 3 Juli 2017.
• Kaji Pernyataan Jokowi di Rakernas Projo, Gerindra: Tak Ada Sesuatu yang Luar Biasa
Merujuk pada Ultras asal Italia sebagai kiblat, BCN 1963 terbentuk dengan misi mengembalikan semangat mendukung Persipura yang mulai kendur melalui sisi utara tribun di Stadion Mandala.
Di bawah komando seorang Capo (pemimpin kelompok suporter), atraksi koreografi diperagakan mengikuti irama chant yang dinyanyikan.
Aksi teatrikal yang mampu menyulut semangat para pemain di lapangan.
Baca juga: LIRA Ajak Pemuda OAP Siapkan Diri Berkontribusi untuk Pembangunan Papua
BCN 1963 sendiri selalu berpegang teguh pada azas tidak ada yang lebih besar dari sebuah lambang di dada.
Bagi mereka, mendukung Persipura adalah harga mati yang tak lagi bisa ditawar.
"Kami ingin dan akan selalu mengawal Persipura secara total dari sisi utara tribun, termasuk mendukung hal yang positif dan mengkritik hal yang negatif," kata Angky selaku Capo BCN 1963 kepada Tribun-Papua.com, Selasa (25/5/2022).
Sebagai orang yang memegang kemudi BCN 1963 saat di tribun utara, ia mengatakan, kelompok suporter BCN 1963 terbentuk tanpa adanya ketua maupun struktur kepengurusan.
Baca juga: Oknum Polisi Cabuli Bocah yang Merupakan Tetangganya, Pelaku Iming-imingi Korban dengan Uang Jajan
Hal ini dilakukan agar segala keputusan terkait BCN 1963 bisa dirumuskan dan didiskusikan secara bersama-sama tanpa pengaruh jabatan struktur kepengurusan.
Kendati baru berusia menjelang lima tahun, saat ini BCN 1963 telah memiliki sekitar 219 anggota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kelompok-suporter-paling-berisik.jpg)