Pemekaran Papua

OKP Se-Lapago Demo Tolak Deklarasi Pemekaran DOB yang Direncanakan Lenis Kogoya

Himpunan Mahasiswa Katolik bersama perwakilan mahasiswa dari 9 kampus di Wamena, beserta seluruh masyarakat menggelar demonstrasi menolak DOB

Fransiskus for Tribun-Papua.com
Suasana Demonstrasi di Jayawijaya. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Himpunan Mahasiswa Katolik bersama perwakilan mahasiswa dari 9 kampus di Wamena, beserta seluruh masyarakat menggelar demonstrasi menolak adanya deklarasi DOB di Lapago.

Sekertatis Jenderal (Sekjen) PMKRI Cabang Wamena, Fransiskus Surabut mengatakan, pihaknya dengan tegas menolak kegiatan apapun yang direncanakan untuk deklarasi daerah otonomi baru.

Baca juga: Massa Blokade Jalan hingga Aniaya Pejabat dan Polisi di Sarmi Papua, 6 Pelaku Ditembak

"Kami mendengar informasi bahwa akan adanya deklarasi dukung DOB pada 31 Mei 2022 di Wamena, kami menolak tegas hal itu,"kata Fransiskus ketika di konfirmasi Tribun-Papua.com, Sabtu (28/5/2022) via telepon.

Fransiskus menyebut, seluruh Rakyat wilayah adat lapago telah menolak daerah Otonom baru (DOB)

Baca juga: Tujuh Petak Kosan, Satu Rumah dan Lima Ruko di Timika Ludes Terbakar

"Sesuai dengan visi PMKRI mengangkat suara kaum tertidas,maka siapaun yang mau lakukan kegiatan deklarasi DOB ataupun serupa kami bersama 9 kampus, masyarakat akan tolak terutama yang namanya deklarasi DOB yang direncanakan Lenis Kogoya karena rakyat sudah tolak,"ujarnya.

Menurutnya, deklarasi DOB yang direncanakan dilakukan di Wamena, Kabupaten Jayapura, dihentikan.

Baca juga: Siswa SMA YPPK ASISI Sentani Antusias Belajar Safety Riding untuk Generasi #Cari_Aman

Sementara itu, Wakil Bupati Jayawijaya Marthen Yogobi saat menerima massa aksi mengatakan, demo tidak bisa mebatasi proses daerah otonom baru.

"Kita tidak bisa menutup mata proses sudah berjalan ada di DPR RI,"kata Marthen Yogobi.

Baca juga: Ikatan Keluarga Maluku di Mimika Terus Kobarkan Semangat Pattimura

Sekalipun ada moratorium tetapi untuk Papua tidak karena berbagai pertimbagan terutama soal keamanan.

"Jangan tiap hari demo terus karena demo tolak DOB tidak akan mempengaruhi pembahasan DOB di pusat,"ujarnya.

Baca juga: Kerabat Korban Miras Oplosan Blokade Jalan di Kota Sorong, Biaya Pemakaman Tak Dibayar

Lanjut dia, semua aspirasi sudah diterima dan mekanisme DPR sedang berjalan.

"OKP yang demo ini kan OKP nasional sehingga dengan link yang ada bisa lobi ke kadernya yang ada di DPR RI,"tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved