Minggu, 19 April 2026

Persipura

Suporter Persipura Ancam Bakal Terjunkan Massa yang Jauh Lebih Banyak Lagi

Suporter Persipura Jayapura mengancam bakal menerjunkan jumlah massa dan pendukung yang jauh lebih banyak lagi pada aksi demonstrasi berikutnya nanti.

Penulis: Yohanes Musanus Palen | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Raymond Latumahina
Aksi unjuk rasa suporter Persipura Jayapura, Jumat (27/5/2022). 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Raymond Latumahina

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Suporter Persipura Jayapura mengancam bakal menerjunkan jumlah massa dan pendukung yang jauh lebih banyak lagi pada aksi demonstrasi berikutnya nanti.

Ini setelah mereka sebelumnya tak dapat menemui satu orang pun manajemen klub dalam aksi unjuk rasa yang digelar di GOR Waringin Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, pada Jumat (27/5/2022).

Dalam unjuk rasa tersebut, ada 7 tuntutan yang disuarakan oleh para pendukung klub berjuluk Mutiara Hitam.

Satu di antara 7 tuntutan itu adalah meminta untuk Persipura melakukan perubahan secara besar-besaran dalam struktur pengurus maupun manajemen klub.

Baca juga: 7 Tuntuan Suporter untuk Manajemen Persipura dan Desakan agar BTM Mundur dari Ketum Mutiara Hitam

Sebab, para pendukung menilai, pengurus dan manajemen klub saat ini dianggap gagal mengurus Persipura, sehingga klub kebanggaan masyarakat Papua ini terdegradasi ke Liga 2.

“Biar mereka (pengurus dan manajemen klub) tidak ada, tapi kita tetap ada untuk Persipura. Kita datang karena kita cinta Persipura,” kata Capo Angky selaku koordinator aksi dalam orasinya.

Bahkan, Capo Angky yang juga dikenal sebagai Ketua BlackPearl Curva Nord (BCN) 1963 itu meminta kepada Benhur Tomi Mano (BTM) mundur dari kursi Ketua Umum Persipura.

Pasalnya, bagi Capo Angky dan para pendukung yang lain, BTM sudah dinilai gagal dan tidak mampu mengurus klub yang meyebabkan Persipura turun ke Liga 2.

Baca juga: BCN 1963 dan Sejumput Kisah, Ultras Persipura Pembegal Nyali Lawan

“Kita punya tim kesayangan ini akhirnya rusak oleh mereka-mereka ini. Karena itu, kalau Ketua Umum tidak mampu memimpin tim ini lebih baik mundur,” tegasnya.

Kendati gagal menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pengurus dan manajemen Persipura. Tapi, aksi unjuk rasa ini tetap berlangsung damai dan tertib. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved