Selasa, 5 Mei 2026

Nasional

Menteri Nadiem Anwar Makarim Ajak Praktisi di Dunia Industri Mengajar di Kampus

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim mengajak praktisi di dunia industri mengajar di kampus

Tayang:
Editor: Maickel Karundeng
Tribunnews/Jeprima
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim memberikan kata sambutan usai serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Nadiem Makarim resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud Dikti) pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim mengajak praktisi di dunia industri mengajar di kampus

“Saya mengajak semua Perguruan Tinggi dan seluruh Praktisi yang kompeten di berbagai bidang industri untuk terlibat dalam program Praktisi Mengajar,”kata Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh: Praktisi Mengajar, di Jakarta (3/6/2022) dikutib dari Kompas.com.

Baca juga: Johny Banua Rouw Resmi Terpilih Jadi Ketua Perbakin Pengprov Papua 2022-2026

Kehadiran program Praktisi Mengajar, kata Nadiem, akan membawa pembaharuan pada sistem pembelajaran di kelas.

Lanjut dia, sehingga mahasiswa bisa belajar dengan metode studi kasus masalah terkini, ilmu dan teori yang diperoleh mahasiswa bisa diterapkan pada model pemecahan masalah, dan mahasiswa juga bisa mengembangkan soft skills-nya dengan bekerja berkelompok.

Baca juga: Danlanud JA DMA Kolonel Pnb Ferry Yunaldi Tiba di Merauke

“Kita ingin para praktisi yang hebat-hebat di dunia industri mau datang ke kampus dan membagikan pengetahuannya pada para mahasiswa dan dosen,"ujarnya.

"Melalui kolaborasi antara praktisi dan dosen, kita juga ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang lebih kolaboratif dan partisipatif,”kata Nadiem seperti dilansir dari laman Kemendikbud Ristek.

Sejalan dengan arahan Presiden RI, Nadiem menyerukan perguruan tinggi Indonesia harus bertransformasi, harus bergerak lebih cepat agar bisa melompat ke masa depan.

Baca juga: Danlanud JA DMA Kolonel Pnb Ferry Yunaldi Tiba di Merauke

“Sekarang sudah bukan lagi waktunya mengejar ketertinggalan, tetapi Indonesia harus berada di garis depan dan memimpin kemajuan dunia,” kata Nadiem.

Ia menyebut, masih ada tantangan yang cukup besar dalam sistem pendidikan tinggi kita, khususnya berkaitan dengan tingkat kesiapan lulusan perguruan tinggi untuk terjun di dunia kerja.

“Ini sebenarnya permasalahan yang sudah cukup lama terjadi. Sekarang kami benar-benar mengambil langkah nyata untuk mengatasinya,”ujar Nadiem.

Baca juga: Pembantu Presiden Disanjung Bos Partai NasDem, Sosok Ini Justru Disiapkan Lengserkan Prabowo?

Nadiem menjelaskan secara sederhana bahwa jika pada program Kampus Merdeka, mahasiswa yang dikirim ke luar kampus untuk memperoleh pengalaman kerja, maka pada program Praktisi Mengajar, para ahli di dunia industri yang justru datang ke dalam kampus untuk membagikan pengalaman praktisnya.

Sejauh ini sudah ada 20 episode Merdeka Belajar yang terobosannya telah menyentuh semua jenjang pendidikan, mulai PAUD sampai perguruan tinggi, dan juga kebudayaan dan bahasa.

Baca juga: Kunci (Chord) Gitar Lagu Sephia - Sheila On 7: Selamat Tinggal Kekasih Gelapku

Tujuh di antaranya menyasar transformasi pada jenjang pendidikan tinggi.

“Dengan kolaborasi nyata antara Perguruan Tinggi dan dunia industri, saya yakin kita bisa memimpin pemulihan dunia dan bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar,”tambah dia.(Sumber : kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved