Rabu, 15 April 2026

Perut Kerabatnya Buncit, Pria Ini Malah Tuding Tetangga Kirim Santet dan Bakar Rumah Korban

Seorang pria di Desa Alastengah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur berinisial J merusak dan membakar rumah tetangganya, S.

Youtube/Juli Rose
Ilustrasi kebakaran 

TRIBUN-PAPUA.COM - Rumah seorang warga berinisial S di Desa Alastengah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dirusak dan dibakar oleh tetangganya sendiri yang berinisial J.

Pelaku membakar rumah korban lantaran meyakini bahwa korban telah menyantet anggota keluarganya yang perutnya membuncit.

Namun, ternyata kerabat J mengalami sakit TBC, liver, dan kompliksi.

Akibat aksinya tersebut, J yang dianggap menyebarkan hoaks dan melakukan perusakan ditangkap oleh polisi.

Baca juga: Massa Bakar Rumah Warga di Dogiyai setelah Gagal Bakar Pasar, Sempat Serang Aparat dengan Panah

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, J adalah salah satu tersangka yang terlibat dalam kasus pembakaran dan perusakan rumah warga setelah isu santet menyebar.

Pada saat pembakaran dan perusakan, anggota kepolisian turun ke lokasi untuk memberi pengertian bahwa isu santet adalah hoaks.

"Saudara J ini adalah salah seorang tersangka yang mengoordinasi massa merusak dan membakar rumah, serta memukul korban S. Sejumlah tersangka lain sedang kami buru," kata Arsya kepada Kompas.com, Senin (5/6/2022).

Arsya menambahkan, J yang masih bertetangga dengan korban, menuduh S menyantet kerabatnya karena perutnya buncit.

Usai diperiksa di rumah sakit swasta, kerabat J ternyata mengalami sakit komplikasi, TBC, dan liver.

Baca juga: Akibat Belanja Online, Satu keluarga di Jayapura Bertengkar, Sang Ayah Bakar Rumah

"Kami minta masyarakat hati-hati menyikapi terkait isu santet. Isu itu tidak benar. Jangan mau terprovokasi," tukas Arsya.

Atas perbuatannya, J dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara.

Kapolsek Paiton Iptu Maskur Ansori menjelaskan, isu santet merebak di dua desa di Kecamatan Paiton, yakni Desa Alastengah dan Karanganyar.

Namun persoalan itu sudah bisa diselesaikan dengan cara mediasi dengan menggandeng tokoh agama setempat.

"Isu santet yang beredar hoaks. Apalagi status korban pengrajin bambu, buat sesek. Kalau ada info santet, mohon segera kasih informasi ke polisi. Di desa juga ada Babinkamtibmas dan Babinsa," tutur Maskur.

Baca juga: Suami Bunuh Istri karena Masalah Ayam lalu Bakar Jenazah Korban hingga Tersisa Tulang Belulang

Diberitakan sebelumnya, rumah milik S di Desa Alastengah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dirusak puluhan warga, Kamis (2/6/2022).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved