KKB Papua
Ganggu Penerbangan Sipil, Apa yang Diiginkan KKB? Sebby Sambom Pernah Berkata Ini!
Bandara kenyam yang terletak di Kabupaten Nduga, Papua sudah sering kali menjadi lokasi atau aksi dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
TRIBUN-PAPUA.COM - Bandara kenyam yang terletak di Kabupaten Nduga, Papua sudah sering kali menjadi lokasi atau aksi dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berada di wilayah tersebut.
Selain meresahkan masyarakat terkait teror di beberapa wilayah di pegunungan Papua, KKB juga menjadikan pesawat yang hendak mendarat menjadi sasan tembaknya.
Pada 30 Mei 2022 lalu misalnya, KKB mengkalim menembak peswat terbang sekitar pukul 11.15 waktu setempat.
Hal tersebut dibenarkan Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.
Baca juga: Diberondong 15 Tembakan, Pesawat SAM Air Alami Kerusakan: Pilot dan Co-Pilot Selamat!
Dikatakan, penembakan tersebut dipimpin oleh Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, Brigjen Egianus Kogoya.
"Mengapa Pasukan TPNPB tembak pesawat yang angkut Babi? Karena bangsa Papua mempunyai pengalaman dimana Pimpinan TNI/Polri pernah bawa babi dari Manado ke Papua," kata Sebby kala itu.

Sebby menerangkan, babi-babi yang dikirim pada tahun 2008 itu dikirim ke Sentani. Babi kemudian dimasak untuk acara besar dan dimakan oleh masyarakat yang kebanyakan dari daerah Pegunungan Tengah. Ia menduga hewan tersebut didatangkan agar warga lokal keracunan.
Atas dasar pengalaman itu, Sebby mengatakan TPNPB-OPM menembak pesawat bermuatan babi tersebut. Namun belum diketahui ada atau tidaknya korban jiwa dalam peristiwa itu.
Sebelumnya, penembakan pesawat milik misionaris aviation fellowship (MAF) di Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Akibat kasus penembakan tersebut, maskapai penerbangan milik SAM Air melarang pesawatnya untuk mendarat di daerah rawan.
Baca juga: Detik-detik KKB Tembak Pewasat SAM Air di Nduga Papua
Manejer Safety Maskapai PT Semuwa Aviasi Mandiri (SAM) Air, Bambang Gunawan mengatakan, larangan terbang ini dikhususkan ke wilayah-wilayah pelosok seperti Kampung Bugalapa, Distrik Biandoga, Distrik Homeyo dan beberapa tempat lainnya.
"Edaran safety notice hanya berlaku sementara waktu, namun SAM Air belum dapat memastikan kapan dapat kembali terbang ke wilayah-wilayah tersebut," kata Bambang dalam keterangannya, Minggu (17/1/2021).
Kondisi ini mengakibatkan masyarakat di kampung tersebut akan mengalami kesulitan transportasi maupun suplai bahan makanan.