Info Mimika
Freeport Berkomitmen Tanam Mangrove di Area Limbah Tailing, Sekitar 1.200 Hektar Terdampak
PT Freeport Indonesia melalui departemen Enviromental berkomitmen melalukan penanaman mangrove di area terdampak limbah tailing
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- PT Freeport Indonesia melalui departemen Enviromental berkomitmen melalukan penanaman mangrove di area terdampak limbah tailing
Senior Manager Enviromental PT. Freport Indonesia, Gesang Setyadi menjelaskan hingga kini sudah 450 hektar ditanami mangrove, dimana limbah tailing terbentuk sekitar 1.200 hektar.
Baca juga: WASPADA! Indonesia Terancam Kena Tsunami Ekonomi, DPR Angkat Bicara
Dia mengatakan, tailing Freeport diprediksi sebagaian akan mengalir ke muara dan laut sehingga terjadi pendangkalan.
Lanjut dia, aliran tailing ini berakibat pada pendangkalan sehingga ditanami mangrove dan nantinya menjadi hutan mangrove yang luas.
"Kita sudah identifikasi kemungkinan ada 4.000 hutan mangrove baru kedepan dan kini sebagian sudah ditanami dan tumbuh bagus," kata Gesang kepada Tribun-Papua.com di Kuala Kencana Mimika, Jumat (10/6/2022).
Baca juga: Dukung Kongres Masyarakat Adat, Polisi Akan Tindak Aktivitas Judi Togel di Kabupaten Jayapura
Gesang menyebut, program penanaman mangrove ini akan berlangsung hingga tahun 2041.
"Memang terjadi pendangkalan dengan adanya tailing dan dampak terhadap warga di muara,"ujarnya.
Oleh karena itu, kata dia, jalur sungai yang dilalui warga ke Timika telah diberikan transportasi boat, kesehatan, dan pendidikan.
Baca juga: Poltracking Indonesia Rilis Hasil Temuan Baru, Ganjar Geser Eks Pangkostrad di Bursa Pilpres 2024
"Kami juga membuka kios di Kampung Manasari dan Otakwa supaya warga bisa membeli bahan kebutuhan mereka disana tidak perlu lagi ke Timika,"ujarnya.
Menurutnya, tanaman mangrove adalah program sedimentasi karena memang ada dampak namun upaya positif terus dilakukan oleh Freeport.
Baca juga: 29 Kepala Daerah di Papua Sepakat Dukung Pemekaran Wilayah
"Memang akan ada tambahan daratan baru. Namun upaya tanam mangrove terus dilakukan bekerjasama dengan alhi dari beberapa univertas di Indonesia,"katanya.
Ia menambahkan, saat ini sudah sebagian menjadi hutan dan ditahun 2041 akan menjadi hutan mangrove yang luas.
"Ini semua sesui rencana pasca operasi dimana dampak dan upaya pencegahan terus dilakukan Freeport,"tambah dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/senior-manager-enviromental-pt-freport-indonesia.jpg)