Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Mario Ajak Warga Jaga Dusun Sagu: Tanaman Ini Aset Orang Papua
Harapannya, dusun sagu yang ada di Papua terutama Kabupaten Jayapura tidak dialih fungsikan untuk tanaman lain dan bangunan beton
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kepala Kantor Econusa Wilayah Papua, Mario Sanudin mengingatkan agar masyarakat menjaga dusun sagu sebagai aset orang Papua.
Saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Yayasan Econusa berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DHLK) Papua dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura melakukan penanaman 1.000 bibit sagu.
• Puncak Peringatan Harlingkup, Dua Dinas Beserta Komunitas Peduli Lingkungan Tanam Bibit Sagu
"Jangan hanya jadi ajang seremonial, tetapi secara terus menerus digalakan untuk membangun kesadaran masyarakat," kata Mario lewat gawainya akhir pekan tadi.
Menurutnya, ketika berbicara mengenai lingkungan, masyarakat harus memahami bahwa saat ini kondisi itu sedang tidak baik-baik saja.
Lanjut Dia, dibutuhkan kerjasama baik pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta untuk tetap melestarikan dan menyelamatkan lingkungan.
• Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Ratusan Pohon Sagu akan Ditanam di Kampung Ifale Sentani
Yayasan EcoNusa, lanjutnya, berada di Papua selalu menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan Dinas Kehutanan dan lingkungan hidup dari tingkat provinsi.
Dia menyayangkan bahwa saat ini baru dimulai penanaman sagu. Sementara hasil dari pohon sagu tidak bisa diperoleh dalam jangka waktu satu tahun tetapi dua hingga tiga tahun.
Harapannya, dusun sagu yang ada di Papua terutama Kabupaten Jayapura tidak dialih fungsikan untuk tanaman lain dan bangunan beton.
• Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Dirjen PPDT Kembangkan Sagu Jadi Pangan Spesifik Lokal
Ada tiga titik pembagian bibit sagu bersama DLHK Provinsi Papua, yaitu di Kota Jayapura, Abepura dan Sentani yaitu sekitar 5000 bibit kepada masyarakat.
"Animo masyarakat untuk mendapatkan bibit cukup tinggi, tapi memang kami tidak dapat memastikan diambil untuk ditanam," ujarnya.
Dia mengambil contoh banjir pada 2019 di Kabupaten Jayapura, secara sederhana satu penyebab yaitu daya tampung dan sumber penyerapan air telah berkurang.
Untuk itu, Ia berharap di Hari Lingkungan Hidup Sedunia seluruh komponen dapat terlibat dalam pelestarian lingkungan dan alam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/tanam-sagu-new.jpg)