Kamis, 4 Juni 2026

Banjir Jayapura

Tambang Emas Ilegal Perparah Luapan Danau Sentani, Pemerintah Jayapura Segera Bertindak

Temuan Pemerintah Kabupaten Jayapura menunjukkan adanya penyempitan badan sungai akibat pembuangan material sisa galian tambang.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
TAMBANG ILEGAL - Bupati Jayapura Yunus Wonda dan Wakil Bupati Richard Yochu saat meninjau lokasi tambang ilegal di Muara Kali Jaifuri di Kabupaten Jayapura. Ini memperparah banjir di kawasan Danau Sentani. (dok. Pemkab Jayapura) 

Ringkasan Berita:
  • Di lokasi itu juga terlihat alat berat serta camp yang digunakan oleh para penambang.
  • Material hasil galian diduga dibuang langsung ke muara danau sehingga menyebabkan pendangkalan dan penyempitan aliran air.
  • Kondisi tersebut dinilai memperparah luapan air Danau Sentani, terutama saat curah hujan tinggi.

 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA — Aliran Kali Jaifuri yang menjadi nadi pembuangan air Danau Sentani kini dalam kondisi kritis.

Bukan hanya tersumbat oleh ribuan ton sampah plastik dan material kayu, muara ini juga terhimpit oleh aktivitas tambang emas ilegal yang masif.

Temuan Pemerintah Kabupaten Jayapura menunjukkan adanya penyempitan badan sungai akibat pembuangan material sisa galian tambang.

Kondisi ini memperlambat laju air menuju hilir, sehingga permukaan danau terus naik dan merendam permukiman warga.

Bupati Jayapura Yunus Wonda saat meninjau lokasi bersama wakilnya, Haris Yocku, Jumat (10/4/2026), menegaskan segera menertibkan tambang ilegal tersebut.

Baca juga: Bupati Jayapura Pimpin Bakti Sosial Bersihkan Sungai Jaifuri untuk Mitigasi Luapan Danau Sentani

“Kami akan cek apakah ada izin dari provinsi atau tidak. Jika tidak maka kami akan tertibkan,” kata Bupati Jayapura Yunus.

Temuan ini muncul di tengah upaya pemerintah menangani tumpukan sampah plastik dan material kayu yang selama ini menutup aliran muara.

Gunakan alat berat

Dalam peninjauan tersebut, Pemerintah Jayapura menemukan area tambang ilegal yang membentang sekitar 100 meter di sepanjang muara sungai.

Di lokasi itu juga terlihat alat berat serta camp yang digunakan oleh para penambang.

Selain itu, penambangan dilakukan menggunakan alat berat.

Material hasil galian diduga dibuang langsung ke muara danau sehingga menyebabkan pendangkalan dan penyempitan aliran air.

Kondisi tersebut dinilai memperparah luapan air Danau Sentani, terutama saat curah hujan tinggi.

BANJIR SENTANI - Bupati Jayapura Yunus Wonda melibatkan berbagai pihak untuk membersihkan Sungai Jaifuri, Kampung Tokiwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura . (Dok Kominfo Kabupaten Jayapura)
BANJIR SENTANI - Bupati Jayapura Yunus Wonda melibatkan berbagai pihak untuk membersihkan Sungai Jaifuri, Kampung Tokiwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura . (Dok Kominfo Kabupaten Jayapura) (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Selain persoalan sampah, aktivitas tambang ilegal kini menjadi faktor baru yang memperburuk kondisi aliran air.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved