Kamis, 30 April 2026

Pemkab Jayapura

Baru Mencapai 35 persen, Seluruh OPD Pemkab Jayapura Diminta Genjot PAD 2022 

Kepala Bappenda Kabupaten Jayapura, Edi Susanto mengatakan PAD Kabupaten Jayapura hanya mencapai 35 persen dari target 40 persen.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura diminta terlibat aktif dalam pelaksanaan ke-6 Kongres Aliansi Masyarakat Adat (KMAN). Instruksi ini disampaikan Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum, Timothius Demetouw, Senin (13/6/2022).   

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura diminta bekerja keras demi genjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini. 

Demikian disampaikan Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Kabupaten Jayapura, Timothius Demetouw saat memimpin apel pagi di Sentani, Senin, (13/6/2022). 

"Seluruh pimpinan OPD serta kepala distrik telah melihat capaian PAD kita di tahun 2021. Hal ini menjadi tugas bagi kita semua untuk lebih meningkatkan PAD kita di tahun ini di akhir periode Bupati Mathius Awoitauw dan Wakil Bupati Giri Wijayantoro," ujar Timothius di hadapan seluruh ASN. 

Baca juga: Seluruh ASN Pemkab Jayapura Diminta Terlibat Aktif Sukseskan Pelaksanaan KMAN 

Sebelumnya, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura, Edi Susanto mengatakan PAD Kabupaten Jayapura hanya mencapai 35 persen dari target 40 persen. 

"Dinas Pertanahan baru mencapai 10,43 persen, perizinan terpadu 3,8 persen, ini perlu ditingkatkan untuk mengejar sampai akhir tahun," kata Edi di Sentani Kota, pada Kamis (9/6/2022).

Adapun target PAD pada 2022 sebesar Rp 150 miliar.

Karena itu, aparatur sipil negara diwajibkan untuk memberi kontribusi pada peningkatan PAD.

"Kami harapkan untuk bisa kembali menggali potensi yang sudah di data kemudian berkomitmen terhadap pencapaian target yang telah disepakati," ujarnya. 

Baca juga: Pemkab Jayapura Siapkan Rp 15 Miliar Sukseskan Kongres Masyarakat Adat Nusantara

Menurutnya, sumber pendapatan potensial yaitu pajak dan retribusi.

Terutama pajak, harus dicermati bersama. 

Susanto menambahkan, pandemi Covid-19 memang berpengaruh pada pendapatan sektor pajak sehingga hasilnya tidak optimal. (*) 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved