PDAM Jayapura

PDAM Jayapura Agendakan Berbadan Hukum, Rustan: Tingkat Kebocoran Air Perlu Diperhatikan

Perusahaan Daerah Air Minum Jayapura mengagendakan berbadan hukum perseroda di tahun 2023.

Editor: Musa Abubar
Humas PDAM Jayapura
Suasana perbaikan pipa transmisi utama jalur kojabu. Perusahaan Daerah Air Minum Jayapura mengagendakan berbadan hukum perseroda di tahun 2023. 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Perusahaan Daerah Air Minum Jayapura mengagendakan berbadan hukum perseroda di  2023 mendatang.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PDAM Jayapura Entis Sutisna disela-sela acara Senam Sehat HUT ke-30 PDAM Jayapura, Sabtu (18/6/2022).

Baca juga: HUT PDAM Jayapura, Entis Sutisna Ngulik Sejarah Air Minum: Sudah Ada Sejak Zaman Sekutu!

Menurut Entis, perubahan badan hukum juga akan merubah nama menjadi PT. Air Minum Nanwani Robongholo (Perseroda).

"Program di 2023 berdasarkan PP Nomor 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah bahwa harus ada perubahan badan hukum ke Perseroda,"kata Entis melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Selasa (21/6/2022).

Entis mengatakan, PDAM Jayapura dimiliki oleh Pemerintah Kota Jayapura dan Pemerintah Kabupaten Jayapura, maka yang ideal adalah perseroda lantaran merupakan amanat undang-undang yang harus dipatuhi.

Baca juga: Ucapan Terima Kasih Jokowi untuk Kejutan Ultah dan Pujian ke Megawati yang Buat Ketum PDIP Tersipu

Dia menjelaskan, dengan berbadan hukum menjadi perseroda, maka akan ada fleksibilitas dan bisa mendatangkan investor dari pihak luar, serta mudah melakukan Business to Business (B2B).

Lanjut dia, sehingga hal-hal yang bersifat birokratif akan dipangkas. Kemudian, perubahan perseroda harus merubah mindset dari berpola pikir birokrat menjadi enterpreneur.

Lalu, mengedepankan perusahaan untuk maju dan berkembang berdasarkan asas perusahaan yang sehat dan aturan yang berlaku bukan kepada BUMD melainkan PT.

Baca juga: Bripda Diego Rumaropen Tewas di Tangan KKB Papua, Jabatan AKP Rustam Dicopot: 2 Senpi Raib

"Insya Allah ke depan akan berubah misalnya PT. Air Minum Nanwani Robongholo (Perseroda), ini akan membuat PDAM Jayapura lebih fleksibel dan semakin mudah menjawab tantangan baik dari segi informasi teknologi, permodalan, dan investor luar sepanjang ada profitabilitas,"ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas PDAM Jayapura H. Rustan Saru mengatakan untuk menuju perseroda, PDAM Jayapura harus meningkatkan jumlah Sambungan Rumah (SR) dan fasilitas SPAM.

"Upaya menambah pelanggan itu diwujudnyatakan dengan membangun Water Treatment Plant atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) di jalan alternatif Yabansai, Distrik Heram,"katanya.

Baca juga: Pasca-tewasnya Bripda Diego Rumaropen, Komandan Kompi D Wamena Dicopot

Rustan menyebut, IPA nantinya mengolah air dari danau Sentani untuk ditampung dan diolah lalu didistribusikan ke masyarakat di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

"Pembangunan IPA nantinya akan menambah jam pelayanan dan juga Sambungan Rumah (SR),"ujarnya.

Baca juga: Shin Tae-yong Ungkap Alasannya Putuskan Jadi Pelatih Timnas Indonesia: Saya Ingin Ambil Tantangan

Ia menyebut, tingkat kebocoran air atau Non Revenue Water (NRW) juga harus diperhatikan, karena sekitar 30 persen - 40 persen kebocoran air masih terjadi.

"Yang perlu dibenahi juga yaitu melakukan penagihan piutang untuk ditindaklanjuti,"tambah mantan Wakil Wali Kota Jayapura ini.(*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved