Info Mimika
Viral dan Bikin Geram Warga, Tenaga Honorer Ini Pertanyakan Kinerja Pemkab Mimika
Belakangan ini viral di media sosial kabar honorer siluman di lingkup Pemerintah Kabupaten Mimika
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- Belakangan ini viral di media sosial kabar honorer siluman di lingkup Pemerintah Kabupaten Mimika
Kabar honorer siluman itu merembes ke seluruh sudut kota Mimika dan menjadi sorotan berbagai pihak termasuk tenaga honorer yang belum diangkat menjadi Aparat Sipil Negara. Tak hanya itu, kabar ini juga bikin geram warga.
Baca juga: Badan Pengurus KMB Kabupaten Jayapura Dikukuhkan, Bupati Awoitauw: Jaga Kedamaian dan Keharmonisan
Frans Mamukang, salah satu tenaga honorer yang sudah 5 tahun mengabdi di Kantor Distrik Jila, ikut mempertanyakan kinerja pemerintah Kabupaten Mimika terkait perekrutan.
"Saya sudah ikut seleksi honorer K2 dan sudah ikut tes pada 2017 sesuai dengan surat perjanjian kerja namun tidak diangkat hingga saat ini,"kata Frans ketika dikonfirmasi Tribun-Papua.com via telepon, Sabtu (25/6/2022)
"Semuanya hilang dan sudah lama saya menunggu setelah mengikuti tes kompetensi di SMP Negeri 2 Mimika 2017 lalu,"ujarnya.
Baca juga: Sebut Ada Rivalitas di Balik Saling Sindir Paloh dan Mega, Pengamat Singgung Potensi Jadi King Maker
Frans mengaku, hingga kini belum juga diangkat menjadi ASN, masih menjadi tenaga honorer.
"Pada Jumat (24/6/2022) kemarin, saya cek di Kantor Badan Kepewaian Daerah (BKD) Mimika ada lima nama teman saya yang lolos dan tiga lainnnya tidak ada," katanya.
Ia menyebut ia termasuk salah satu pegawai honorer yang tidak lolos dalam seleksi tersebut.
Baca juga: Komisi II DPR Geger, Bupati Pegunungan Bintang Tolak Pemekaran Wilayah Papua
"Kami orang asli Papua suku Amungme tidak ada nama, padahal kami sudah mengabdi sangat lama," ujarnya.
Lelali kelahiran 1988 itu mengatakan fakta dilapangan adalah banyak honorer siluman tiba-tiba saja masuk kantor dan cepat diangkat menjadi ASN.
"Ini ada apa. Kami minta pemerintah transparan dan kalau bisa meninjau kembali hasil seleksi K2,"tambah Frans. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ribuan-tenaga-honorer-yang-melakukan-unjuk-rasa.jpg)