Selasa, 14 April 2026

Rusia Vs Ukraina

Misi Perdamaian di Ukraina dan Rusia, Popularitas Jokowi Meroket secara Global

Perang Ukraina-Rusia telah memicu krisis pangan dan energi yang menimbulkan peningkatan harga-harga komoditas dunia.

Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
BPMI Sekretariat Presiden/Laily Rachev
Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) saat menyampaikan pernyataan bersama di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Kamis (30/6/2022). Presiden menyatakan siap menjadi jembatan komunikasi antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin agar kedua pihak mencapai perdamaian. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Presiden RI Joko Widodo menjalankan diplomasi misi perdamaian di Ukraina dan Rusia.

Sejak awal, Jokowi memiliki agenda bertemu langsung kedua kepala negara, yakni Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Misi ini menuai sorotan dunia, bahkan hingga membuat popularitas Jokowi meroket secara global.

Bukan hanya di dalam negeri, melainkan mata dunia tertuju pada Presiden ke-7 RI itu selepas memenuhi undangan KTT G7 and Partner Countries di Elmau, Jerman.

Baca juga: Bertemu Jokowi di Rusia, Vladimir Putin Singgung Terorisme, Ini Katanya

Bahkan doa dan harapan mengalir kepada Presiden Jokowi agar upaya mengakhiri konflik berkepanjangan antara Ukraina dan Rusia dapat terwujud.

"Kami memulai misi perdamaian ini dengan niat baik. Semoga dimudahkan," tulis Jokowi unggahan di akun resmi Instagram @jokowi dikutip di Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Didampingi Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, Presiden ke Istana Maryinsky untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Pertemuan Jokowi dengan Presiden Ukraina sesuai agenda berlangsung selama dua jam.

Baca juga: Sampaikan Pesan Zelensky ke Putin, Jokowi: Saya Siap Jadi Jembatan Komunikasi antara Keduanya

Selepas itu, Presiden Jokowi melanjutkan lawatannya ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi bakal meminta Putin menghentikan perang yang telah berdampak kepada krisis global.

Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan akan berupaya mengajak kedua negara Ukraina-Rusia untuk membuka ruang dialog.

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan misi perdamaian ke Ukraina dan Rusia.

Muzani menilai agenda itu sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang menegaskan bahwa Indonesia bertanggung jawab untuk turut serta dalam upaya menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia.

"Kami sangat mengapresiasi tindakan Presiden Jokowi dalam melakukan misi perdamaian ke Ukrainan dan Rusia guna mencegah perang yang berkelanjutan. Langkah ini untuk mendorong perdamian dunia sesuai amanat UUD 1945.”

Baca juga: Geser Cak Imin, Eks Danjen Kopassus Diusung Jadi Capres Koalisi Partai Gerindra dan PKB

“Langkah presiden ini strategis untuk menghindari ancaman krisis pangan dan energi akibat perang tersebut," kata Sekjen Partai Gerindra itu kepada wartawan, Rabu (29/6/2022).

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved