Papua Barat Terkini
Warga Protes Penerimaan Siswa SMP Negeri 6 Manokwari, Dinas Pendidikan Malah Bisu: Akses Dipersulit?
Penerimaan calon siswa dengan sistem zonasi di SMP wilayah Kabupaten Manokwari, menuai gelombang protes oleh warga. Dinas terkait malah membisu.
TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI - Penerimaan calon siswa dengan sistem zonasi di SMP wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menuai gelombang protes dari masyarakat.
Puluhan orang tua calon siswa mengeruduk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Manokwari, Senin (4/7/2022).
Pasalnya, anak-anak mereka tidak diakomodir di SMP Negeri 6 Manokwari, dengan dalih sistem zonasi.
Mia (40), satu di antaranya calon orangtua siswa di SMP 6 Manokwari, mengatakan, sekolah bersama dinas pendidikan belum mampu menerapkan sistem online.
Baca juga: Warga Protes Seleksi Penerimaan Siswa SMP Negeri 6 Manokwari, Dinas Pendidikan Tak Mau Komentar
Karenanya, penerapannya dinilai carut marut dan membuat calon orangtua protes di sekolah.
"Kami tinggal lebih dekat di SMP Negeri 6 Manokwari, namun untuk sekolah kenapa kita dipersulit," ujar Mia.
Ia mengaku, kecewa terhadap sistem yang dibuat oleh pemerintah saat ini.
"Untuk sekolahkan anak, kita hanya bisa jualan pinang agar sang buah hati bisa lanjut sekolah," katanya.
Lebih lanjut, ia memilih sekolahkan anak di SMP Negeri 6 Manokwari untuk hemat pengeluaran karena bisa jalan kaki.
"Kita rasa kecewa lagi karena saat mau daftar alasan zonasi dan kuota sudah penuh," ujarnya.
Sebagai masyarakat kecil, Mia merasa putus asah dengan cara seperti ini. Maka dari itu, ia berharap sekolah maupun dinas pendidikan bisa memberikan solusi untuk anak didik agar bisa bersekolah di SMP Negeri 6 Manokwari.
Sebelumnya, puluhan orangtua siswa mengaku kecewa dengan ketentuan zonasi yang diberlakukan di SMP Negeri-6 Manokwari.
Oleh sebab itu, mereka menyeruduk sekolah tersebut untuk meminta kejelasan sistem zonasi yang mempersulit.
"Kami dari kelurahan sowi, sudah datang di Wosi sejak pukul 05.00 WIT," ujar orangtua siswa bernama Sarika, kepada TribunPapuaBarat.com, Senin (4/7/2022).
Ia menambahkan, tidak sedikit calon orangtua siswa yang datang pukul 07.00 WIT langsung diterima pihak sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Puluhan-orang-tua-murid-menggeruduk-SMP.jpg)