Selasa, 5 Mei 2026

Soroti Polemik Zulhas, Pengamat Singgung Konflik Kepentingan: Ada Harga yang Harus Dibayar Jokowi

Pengamat menilai aksi Zulhas bagi-bagi minyak goreng sambil kampanyekan putrinya jadi konsekuensi atas dipilihnya menteri dari kalangan elit politik.

Tayang:
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/8/2017) - Pengamat politik Ujang Komarudin menilai aksi Zulhas bagi-bagi minyak goreng sambil kampanyekan putrinya jadi konsekuensi atas dipilihnya menteri dari kalangan elit politik. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Polemik aksi Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bagi-bagi minyak goreng sembari mengampanyekan putrinya disorot oleh banyak pihak.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai aksi Zulhas itu merupakan konsekuensi atas dipilihnya menteri dari kalangan elite politik.

Diketahui, selain menjabat sebagai Mendag, Zulhas juga merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).

Aksi Zulhas itu, kata Ujang, merupakan bagian dari konflik kepentingan.

Baca juga: Zulhas Bagikan Minyak Goreng Sambil Kampanyekan Putrinya, Jokowi: Urus yang Saya Tugaskan

Menteri Perdagangan (Mendag) yang juga Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan saat hadir dalam pasar minyak goreng murah di Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (9/7/2022).()
Menteri Perdagangan (Mendag) yang juga Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan saat hadir dalam pasar minyak goreng murah di Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (9/7/2022).(Kompas.com)

"Pada pemerintahan Pak Jokowi jilid kedua, banyak ketua umum partai yang merangkap sebagai menteri. Maka terjadilah konflik kepentingan itu, salah satunya tadi, pembagian minyak goreng oleh Pak Zulhas yang dianggap bagian dari konflik kepentingan," kata Ujang kepada Kompas.com, Rabu (13/7/2022).

Menurut Ujang, konflik kepentingan sangat mudah terjadi ketika jabatan pemerintahan diisi oleh petinggi partai politik.

Oleh karenanya, dia menyayangkan langkah Jokowi yang tak lagi melarang ketua umum parpol menjabat sebagai menteri. Sebab, ini berimbas pada merosotnya integritas para petinggi pemerintahan.

"Seperti itu konsekuensinya kan banyak konflik kepentingan, salah satu yang dilakukan oleh Pak Zulhas itu risiko dari berkoalisi, ada harga yang harus dibayar oleh Pak Jokowi," ujarnya.

Baca juga: PKB dan Demokrat Sentil Zulhas yang Bagi-bagi Minyak Goreng Sambil Kampanyekan Anaknya: Memalukan

Ujang menilai, aksi Zulhas bagi-bagi minyak goreng program pemerintah sambil mengampanyekan putrinya menyalahi etika politik. Sebab, meski acara tersebut diinisiasi oleh PAN, jabatan Menteri Perdagangan tetap melekat di diri Zulhas.

Oleh karenanya, menurut Ujang, sudah sepantasnya Jokowi menegur mantan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI itu.

"Walaupun memang tidak ada aturan yang melarang itu semua, tetapi kan secara etika dianggap kurang bagus karena dianggap menggunakan jabatannya untuk kepentingan diri atau keluarganya," katanya.

Kendati demikian, Ujang yakin Jokowi hanya sebatas memberikan teguran ke Zulhas, tak akan sampai menjatuhi sanksi.

Sebab, berkaca dari 8 tahun pemerintahan Jokowi, hampir tidak ada menteri yang dijatuhi hukuman dari presiden karena aksi atau pernyataannya menuai kritik publik.

Baca juga: Sebut Kenaikan Harga Minyak Goreng Bukan karena Mafia, Ini Kata Zulkifli Hasan

Lagi pula, lanjut Ujang, ditunjuknya Zulhas untuk mengisi kursi menteri baru-baru ini juga demi mengakomodasi kepentingan politik Jokowi dan PAN menjelang Pemilu 2024.

Sehingga, langkah Jokowi terhadap para menterinya harus dipertimbangkan matang-matang, termasuk dari segi untung rugi politik.

"Persoalannya, pemilihan menteri bukan karena bukan hanya kepentingan kerja saja, bukan bukan selalu kinerja, tetapi kepentingan akomodasi politik. Karena akomodasi politik? maka risikonya seperti itu," kata Ujang.

"Pak Jokowi butuh mengamankan di pemerintahan, Pak Zulhas juga butuh jabatan, butuh masuk pemerintahan biar sama-sama aman," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Zulhas banjir kritik karena membagi-bagikan minyak goreng sembari mengampanyekan putrinya, Futri Zulya Savitri.

Baca juga: Jokowi Ungkap Ada Perdana Menteri Memelas Minta Dikirimi Minyak Goreng: Beliau Meminta-minta Betul

Ini bermula dari acara pasar murah minyak goreng Minyakita yang digelar PAN di wilayah Kecamatan Teluk Betung Timur, Lampung, Sabtu (9/7/2022).

Di hadapan para warga, Zulhas mengatakan bahwa mereka tak perlu mengeluarkan uang untuk membeli Minyakita di pasar murah tersebut karena telah dibayar oleh putrinya. Minyak itu akan dibagikan cuma-cuma ke warga yang hadir.

Sebagai gantinya, warga diminta untuk memilih putri Zulhas yang kelak akan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif PAN Dapil Lampung 1 di Pemilu 2024.

“Sudah bawa uangnya (untuk beli minyak goreng)? Uangnya enggak usah, dikantongi aja. Rp 10.000 yang nanggung Futri. Kasih uangnya. Tapi nanti pilih Futri ya? Oke?" kata Zulhas dikutip dari Kompas TV.

"Kalau pilih Futri nanti tiap 2 bulan ada deh (pasar murah) ginian. Cocok nggak?" ucap Zulhas disambut dengan sorak sorai dan tepuk tangan warga.

Baca juga: Alasan Luhut Perpanjang Sosialisai Pembelian Minyak Goreng Lewat PeduliLindungi Jadi 3 Bulan

Akibat aksi tersebut, kritik deras mengalir ke Zulhas. Tak hanya dikecam oleh elite partai lain, ulah Mendag itu bahkan berujung teguran presiden.

Presiden mengingatkan Zulhas agar fokus menurunkan harga minyak goreng curah yang hingga kini masih tinggi di sejumlah daerah.

"Kalau menteri perdagangan yang paling penting urus seperti yang saya tugaskan kemarin. Bagaimana menurunkan harga minyak goreng menjadi Rp 14.000 atau di bawah Rp 14.000. Paling penting itu, tugas dari saya itu," kata Jokowi di Pasar Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Polemik Zulkifli Hasan Bagi-bagi Minyak Sambil Kampanye, Konsekuensi Jokowi Pilih Ketum Partai Jadi Menteri

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved