Sosok

SOSOK Dua Cewek Motoris Perahu di Danau Sentani Papua Punya Mimpi Jadi Polwan

Yang jelas pakai seragam dan bisa mengabdi untuk bangsa dan negara. Kita anak kampung juga bisa menjadi polisi

Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
MOTORIS PERAHU - Dua bersaudara, Reni Ohee dan Regi Ohee sehari-hari sebagai motoris perahu di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Dia memiliki cita-cita sebagai Polisi Wanita (Polwan). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Bukan motoris biasa. Ya, ini bukan soal sebagai motoris perahu atau speedboat biasa. Karena mayoritas motoris itu profesi para kaum pria, tapi dua motoris di Danau Sentani Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua ini perempuan.

Mereka adalah Reni Ohee (21) dan adiknya Regi Ohee (19). Kedua motoris speedboat ini yang selalu sigap, dan setia mengantar para wisatawan yang ingin menikmati panorama keindahan Danau Sentani berikut sejumlah destinasi wisata yang ada di sekitarnya.

Wisata Papua: Indahnya Bukit Teletubbies di Dekat Danau Sentani

Bertolak dari Dermaga Kalkhote, dua orang perempuan muda ini langsung mengarahkan semua wisatawan naiki perahu yang sudah dilengkapi mesin tempel ukuran 15 PK di belakang perahu.

Dengan cepat, Reni menghidupkan mesin tempel di perahu, dan adiknya Regi mengarahkan moncong perahu ke jalur yang akan menjadi tujuan para wisatawan.

Reni Ohee (21) menjadi motoris perahu di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Anak kelima dari sembilan bersaudara ini sudah terbiasa dengan pekerjaannya sekaligus bersekolah.

Wisata Papua: 4 Fakta Menarik Danau Sentani, Punya 22 Pulau Kecil hingga Legenda Penunggang Naga

Menamatkan Sekolah Menengah Atas di SMAN 3 Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur bersama saudarinya, Regi Ohee.

Mereka bekerja saat pulang sekolah hingga pukul 19.00 WIT. Regi yang saat ini berusia 19 tahun menemani dan membantu saudarinya untuk mengantar penumpang yang berwisata di Danau Sentani. Termasuk mengantar warga yang tinggal di perkampungan sekitar danau tersebut.

Keduanya tinggal di Pulau Asei Besar bersama orangtua dan saudaranya yang lain. Reni mengatakan upahnya per penumpang sebesar Rp 5.000 dari Kampung Asei ke Dermaga Kalkhote.

Wisata Papua: 5 Aktivitas Seru untuk Menikmati Danau Sentani di Jayapura

Sedangkan tujuan ke Kampung Yokiwa, dihargai Rp 100 ribu untuk mengantar barang. Dan hal itu mereka lakoni setiap hari.

Menurut Regi, kedua orangtuanya bekerja. Ibunya bekerja sebagai Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) di Buper, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura. Sedangkan Ayahnya sebagai petugas keamanan di Paud tersebut.

Setelah menamatkan sekolahnya pada 2019 silam, Ia memutuskan tetap membantu orangtuanya untuk bekerja.

Pemkab Jayapura Siapkan 3 Kapal untuk Tour Wisata Danau Sentani Selama KMAN

"Ya untuk membantu orangtua memenuhi kebutuhan, seperti membeli pempers untuk adik," katanya kepada Tribun-Papua.com.

Selain setiap hari harus membantu kedua orangtuanya mencukupi kebutuhan sehari-hari, keduanya memiliki cita-cita yang sama yaitu menjadi seorang polisi wanita atau Polwan.

Menurutnya dengan menjadi Polwan, selain bisa mengabdi kepada negara, juga untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa ada kemampuan untuk menjadi yang lebih baik.

Wisata Papua: Menikmati Indahnya Danau Sentani dari Pholeuw Park

“Yang jelas pakai seragam dan bisa mengabdi untuk bangsa dan negara. Kita anak kampung juga bisa menjadi polisi,” tukasnya.

Ditanya pengalamannya selama enam tahun menjadi motoris perahu di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, menurutnya ketika musim angin timur.

Saat itu gelombang di permukaan danau akan sangat kencang dan terkadang mereka terpaksa berhenti bekerja. Kendala lain juga saat turun hujan. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved