Sidang Sinode GKI Ke XVIII
Harapan Tokoh Adat Waropen Terkait Sidang Sinode GKI: Pemimpin Terpilih Jangan Pecah Belah Umat
Jangan memanfaatkan organisasi gereja untuk kepentingan yang tuhan tidak kehendaki. Kalau ditunjuk sebagai pimpinan umat, harus bekerja secara baik
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sidang Sinode GKI XVIII di Kabupaten Waropen, Provinsi Papua sebentar lagi selesai. Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Waropen mengajak seluruh masyarakat menjaga ketertiban sampai event lima tahunan itu berakhir.
• Bupati Mathius Awoitauw dan Barnabas Suebu Kunjungi Waropen Dukung Sidang Sinode GKI XVIII
Ketua LMA Waropen, Barens Agaki meminta seluruh masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan hingga penutupan Sidang Sinode GKI XVIII.
"LMA dari awal mendukung penuh kegiatan ini. Sebagai Ketua Adat saya mengajak seluruh masyarakat Waropen untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan sampai sidang ini selesai," kata Barens kepada Tribun-Papua.com, akhir pekan tadi melalui gawainya.
Agaki mengatakan, kenyamanan serta rasa solidaritas perlu dijaga, karena berbagai masyarakat di Tanah Papua tengah mengikuti event tersebut.
• Hari Ketiga Sidang Sinode GKI XVIII, Pendeta Andrikus Mofu: Lompatan Keuangan Sangat Menggembirakan
"Masyarakat Waropen saya imbau tetap menjaga rasa solidaritas kita bersama dengan saudara-saudara kita yang datang dari berbagai Kabupaten di tanah Papua," pintanya.
Karena, kata Agaki, semua pihak ingin sidang ke XVIII berjalan semaksimal mungkin hingga sukses.
Untuk itu, selaku ketua LMA Waropen ia berharap, melalui pelaksanaan sidang Sinode ini bisa terpilih figur terbaik yang mampu mengharumkan nama GKI di Tanah Papua.
• Sukseskan Sidang Sinode GKI di Tanah Papua, Panitia di Sokong Dana Sebesar Rp 83,7 Miliar
"Kita harus melihat figur yang terbaik dan diperkenankan oleh Tuhan, yang kemudian ke depannya Gereja Kristen Injili di Tanah Papua bisa sinkron dengan pemerintah, baik kerja sama yang baik dari Sinode Pusat sampai ke jemaat terpencil di kampung-kampung," tegasnya.
Ia berharap, pemimpin yang nantinya terpilih tidak mementingkan kepentingan pribadi, yang membuat jemaat gereja pecah belah.
• Direksi Serahkan Bantuan 1.000 AMDK ke Ketua Korwil I Sidang Sinode GKI XVIII
Masih menurut Agaki, gereja, pemerintah dan masyarakat adat adalah mitra, sehingga mereka harus bisa menjalin kerja sama dengan baik.
"Sekali lagi jangan memanfaatkan organisasi gereja untuk kepentingan yang tuhan tidak kehendaki. Kalau ditunjuk sebagai pimpinan umat, harus bekerja secara baik," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/lma-waropen-barens.jpg)