Pemerintah Siapkan 10.000 Vaksin Cacar Monyet, Ini Penjelasan Kemenkes
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 10.000 vaksin cacar monyet menyusul ditemukannya kasus cacar monyet pertama di Indonesia.
TRIBUN-PAPUA.COM - Kasus pertama cacar monyet atau monkeypox telah ditemukan di Indonesia.
Menyusul penemuan kasus pertama tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 10.000 vaksin cacar monyet.
Juru Bicara Kemenkes Syahril mengatakan, 10.000 vaksin tersebut akan disalurkan pada penderita cacar monyet dan mereka yang pernah melakukan kontak erat dengan penderita.
Baca juga: Kemenkes Umumkan Kasus Pertama Cacar Monyet di RI, Pasien Punya Riwayat Perjalanan ke Luar Negeri
Adapun proses pengadaan vaksin cacar monyet akan melalui rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sedang dilakukan uji klinis.
Kendati cacar monyet sudah menjadi bencana global, Syahril mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) belum memberikan rekomendasi massal.
"Untuk sementara ini WHO belum memberikan rekomendasi vaksinasi massal sebagaimana halnya Covid. Jadi ada 2 atau 3 negara yang sudah melakukan vaksinasi dan kita juga sudah berproses untuk pengadaan," tutur Syahril dalam konferensi pers virtual, Sabtu (20/8/2022).
Selain menyiapkan vaksinasi, Kemenkes menyiapkan pengobatan yang sesuai dengan penyakit cacar monyet.
"Tentu saja pengobatan lain yang standar sudah diberikan kepada rumah sakit dan sudah ada petunjuknya dari P2P (Pencegahan Pengendalian Penyakit) Kemenkes langkah-langkah apa yang harus dilakukan, baik di tingkat puskesmas, rumah sakit dan rumah sakit rujukan," ucap Syahril.
Baca juga: Cacar Monyet Jadi Darurat Kesehatan Global, Ini Penjelasan Kemenkes soal Gejala hingga Pencegahannya
Kasus Pertama di Indonesia
Kemenkes telah merilis kasus pertama cacar monyet di Indonesia pada hari ini, Sabtu (20/8/2022).
Kasus pertama diderita oleh laki-laki, warga negara Indonesia (WNI) berusia 27 tahun yang berdomisili di DKI Jakarta.
Pasien tersebut dikabarkan memiliki riwayat perjalan luar negeri dan mengalami gejala demam sepekan setelah tiba di tanah air.
Setelah muncul gejala ruam cacar, tim medis melakukan pemeriksaan lanjutan dengan pengambilan sampel cairan pada ruam cacar untuk dilakukan tes polymerase chain reaction (PCR).
Pada 19 Agustus, hasil tes PCR keluar dengan hasil positif terpapar cacar monyet.
Baca juga: Cara Penularan Penyakit Monkeypox atau Cacar Monyet dan 2 Fase Gejalanya
Acapun cacar monyet ditetapkan sebagai status darurat kesehatan global sejak Sabtu (23/7/2022) lalu oleh World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ilustrasi-monkeypox-atau-cacar-monyet-000.jpg)