Pemekaran Papua

Mahasiswa Hubikiak Jayawijaya Tolak Pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan

Rencananya, pemerintah akan membangun Kantor Gubernur Papua Pegunungan di Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya. Mahasiswa menolak tegas.

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Perwakilan Mahasiswa Hubikiak di Kota studi Jayapura mengecam keras pembangunan Kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan di wilayah Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Polemik pembangunan kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan masih terus bergejolak.

Kali ini, Mahasiswa Jayawijaya asal Distrik Hubikiak angkat bicara.

Perwakilan Mahasiswa Hubikiak di Kota Jayapura, Amatus Huby, menyatakan, pihaknya mengecam keras pembangunan kantor gubernur tersebut.

Rencananya, pemerintah akan membangun Kantor Gubernur Papua Pegunungan di Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya.

Baca juga: Petisi Rakyat Papua: Segera Cabut UU Pemekaran dan Otsus

"Kami Mahasiswa Jayawijaya asal Distrik Hubikiak menolak tegas Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, agar stop wacanakan pembangunan kantor tersebut," kata Amatus kepada Tribun-Papua.com, Sabtu (27/8/2022) di Jayapura.

Amatus mengeklaim, penolakan yang sama tidak hanya disuarakan pihaknya, namun juga datang dari masyarakat adat.

"Negara berhenti memaksakan kehendak kami rakyat Papua dengan segala bentuk tawaran," ujarnya.

Amatus menjelaskan, penolakan itu dilakukan setelah menganalisis beberapa aspek.

Berikut pernyataan sikap Mahasiswa Distrik Hubikiak di Kota Jayapura :

1. Kami mahasiswa Hubikiak yang ada di Kota studi Jayapura, menolak tegas pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang telah wacanakan pembangunan kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan di wilayah distrik Hubikiak.

2. Kami mahasiswa Hubikiak yang ada di kota studi jayapura, mendukung penuh dengan pernyataan sikap penolakan semua tokoh asal Distrik Hubikiak Kabupaten Jayawijaya.

Baca juga: Majelis Rakyat Papua Sebut Istana Presiden Lakukan Politik Pecah Belah lewat DOB

3. Kami juga menolak dengan tegas bentuk tawaran apapun terhadap rakyat Papua.

5. Kami mahasiswa Hubikiak menolak keras Lembaga Masyarakat Adat (LMA) buatan indonesia untuk melanggenkan kepentingan di atas penderitaan rakyat Papua.

6. Kami mahasiswa Hubikiak mendukung penuh Petisi Rakyat Papua (PRP) menolak DOB, OTSUS. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved