Satgas di Intan Jaya

Wujudkan Pesan PAPEDA, Satgas Intan Jaya Borong Dagangan Masyarakat

Keberadaan aparat selaku alat negara harus memberikan dampak positif untuk siapa saja, khususnya untuk masyarakat

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
ISTIMEWA
BORONG DAGANGAN - - Dansatgas Yonif Para Raider 305/ Tengkorak bersama aparat TNI dan Polri, saat memborong hasil bumi masyarakat di Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (14/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, INTAN JAYA - Dansatgas Yonif Para Raider 305/ Tengkorak bersama aparat TNI dan Polri memborong hasil kebun masyarakat di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua.

Dalam rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Rabu (14/9/2022) kegiatan tersebut merupakan bagian upaya mewujdukan pesan Papua Penuh Damai (PAPEDA) di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Intan Jaya.

Baca juga: Organisasi Papua Merdeka Tuding Operator Tewas Ditembak di Intan Jaya Mata-mata Militer Indonesia

Mama-mama Papua yang berjualan hasil kebunnya, datang dari Titigi dan Mamba Bawah ke Kabupaten Intan Jaya. Misalnya sayur-sayuran, kacang panjang, pisang, jagung serta hasil kebun lainnya.

Dansatgas YPR 305 Tengkorak, Mayor Inf Ardiansyah mengatakan program membeli hasil bumi masyarakat, khususnya masyarakat yang kampungnya jauh dari perkotaan, merupakan salah satu program unggulan Ksatria Tengkorak selama bertugas di Kabupaten Intan Jaya.

Baca juga: 3 Jam Kontak Tembak Pecah di Intan Jaya, KKB Papua Bakar Sejumlah Bangunan: Dipimpin Undius Kogoya

"Program ini sudah disampaikan dan dikomunikasikan dengan Apkam lain yang berada di Intan Jaya dan seluruh Apkam mengapresiasi program ini, serta sangat mendukung pelaksanaannya karena akan sangat membantu masyarakat," jelasnya.

Dikatakannya, sesuai informasi yang diperoleh sebelumnya dari Satuan yang sudah lebih dulu bertugas di Intan Jaya, setiap Selasa dan Jum'at merupakan hari pasar, sehingga warga berdatangan untuk berjualan serta membeli dagangan tersebut.

"Pada hari tersebut, masyarakat dari kampung-kampung, sejak dini hari sudah berjalan membawa hasil kebun mereka untuk dijual di pasar," sebutnya.

Baca juga: KKB Terlibat Baku Tembak dengan Aparat Selama 3 Jam dan Bakar Sejumlah Bangunan di Intan Jaya

Sebagian besar dari mereka menempuh jarak yang cukup jauh, dengan Noken di kepala, berangkat pagi-pagi dari kampungnya, berharap mendapatkan uang sekira Rp 100.000 sampai Rp 300.000 dari hasil jualan mereka.

Ardiansyah menegaskan menyikapi hal tersebut, keberadaan aparat selaku alat negara harus memberikan dampak positif untuk siapa saja, khususnya untuk masyarakat.

"Jangan sampai kita hadir di tengah-tengah mereka justru menambah kesusahan bagi masyarakat setempat," pintanya.

Baca juga: KEMBALI BERULAH! KKB Beraksi di Intan Jaya, Rumah Warga Dibakar: Ada Kontak Tembak

Di lain sisi, kegiatan memborong hasil bumi yang dilaksanakan pertama kalinya ini, saat usia keberadaan Ksatria Tengkorak di Intan Jaya baru 1 minggu, membuat Mama-Mama Papua senang.

"Amakanie," ucap Mama-Mama Papua yang artinya terimakasih, sebagai bentuk syukur karena barang jualannya diborong habis oleh Ksatria Tengkorak bersama-sama personel dari Satgas Damai Cartenz, Kodim dan Polres.

"Alhamdulillah, mereka semua gembira. Semoga dengan niat dan kegiatan yang baik ini, akan membuat masyarakat semakin senang kepada Apkam, sebagai ujung tombak NKRI di Intan Jaya, " kata Ardiansyah saat menutup evaluasi kegiatan. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved