Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

Respons Gubernur Lukas Enembe Ditetapkan Tersangka Gratifikasi, Steve Mara: Bisa Ajukan Praperadilan

KPK tentunya memiliki prosedur hukum dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka dalam kasus korupsi, maupun gratifikasi.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Massa pendukung Gubernur Lukas Enembe saat melakukan orasi di depan Markas Komando (Mako) Brimob Papua Papua di Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Senin (12/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Merespon penetapan tersangka oleh KPK atas kasus gratifikasi Gubernur Papua Lukas Enembe, Tokoh Muda Papua Steve Mara menyebutkan jika terdapat alat bukti maka proses hukum sah.

Akan tetapi, jika tidak maka dapat mengajukan praperadilan sesuai prosedur dan ketetapan hukum yang berlaku.

Steve mengatakan, penetapan tersangka kasus gratifikasi tersebut, dilakukan oleh KPK setelah Gubernur Papua dipanggil untuk menjalani pemeriksaan saksi di Mako Brimob Polda Papua di Kotaraja, Kota Jayapura.

Baca juga: KPK Pastikan Bakal Periksa Seluruh Aliran Dana di Rekening Milik Lukas Enembe

"Tetapi dengan alasan sakit, Gubernur Papua tidak memenuhi panggilan KPK tersebut," sebut Frans kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Kamis (15/9/2022).

Lelaki murah senyum itu menegaskan, KPK tentunya memiliki prosedur hukum dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka dalam kasus korupsi, maupun gratifikasi.

 

 

"Kita tahu bersama, bahwa penetapan tersangka ini kan harus melewati pemeriksaan yang mendalam dan minimal memiliki 2 alat bukti sesuai dengan pasal 184 KUHP," tambahnya.

Jika sudah ada 2 alat bukti dan sudah memenuhi unsur untuk ditetapkan menjadi tersangka, menurut Steve, hal itu sah saja dan proses hukum bisa dilanjutkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved