Selasa, 28 April 2026

Pemilu 2024

Anies Baswedan Dijegal Menuju Pilpres 2024, Dua Partai Ini Teriak Keras: Ada Genderuwo!

Padahal, Anies potensial untuk merebut tahta Presiden Joko Widodo (Jokowi), meski belum ada partai yang mengumumkan dukungan pencalonannya.

Tribun-Papua.com/Kompas.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (baju korpri) bersama anggota DPR RI Ahmad Sahroni di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/11/2021)(KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO) 

TRIBUN-APPUA.COM - Desas-desus beredar bila Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dijegal menuju Pilpres 2024.

Padahal, ia potensial untuk merebut tahta Presiden Joko Widodo (Jokowi), meski belum ada partai yang mengumumkan dukungan pencalonannya.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengaku mendengar isu penjegalan Anies Baswedan.

Hanya, Mardani tak ambil pusing mengenai kabar tersebut.

Baca juga: Anies Baswedan Siap Maju Capres, Wakil Gubernur DKI Bereaksi Keras: Saya Pilih Prabowo!

Terpenting bagi dia adalah mengejar target-target yang telah ditetapkan oleh PKS untuk Pemilu 2024.

"Saya dengar. Tapi saya tak akan fokus. Tiap orang melakukan banyak hal kepada target dan tujuannya, biarkan saja, yang penting kita bekerja dengan tekun dengan kokoh untuk mewujudkan target kita," kata Mardani saat ditemui di kawasan Gambir, Jakarta, Sabtu (17/9/2022).

Mardani menuturkan, salah satu bentuk penjegalan tersebut adalah pengusutan kasus dugaan korupsi Formula E oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Tapi kalau buat saya, saya tunggu tindak lanjut dari teman-teman seperti apa di KPK kelanjutan dari kasus ini," ujar Mardani.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman mengaku mendengar informasi mengenai sejumlah pihak yang menjegal Anies Baswedan maju sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024.

"Saya hanya dengar. Ada genderuwo, genderuwo ini kan suara yang tak jelas asal usulnya."

"Yang tidak menghendaki Anies jadi capres. Ada invisible hand, ingin menjegal," kata Benny usai Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (16/9/2022).

Benny mengatakan, ada pihak yang tidak ingin terbentuk koalisi di luar yang dikehendaki penguasa saat ini.

"Ya, itu tadi ada invisible power yang mengganggu, yang tidak ingin ada koalisi di luar yang dikehendaki oleh penguasa sekarang ini. Kan sudah jelas ada kan? Makanya kita menyampaikan sinyal itu," ujar Benny.

Ia menilai, kekuatan tidak terlihat itu ingin mengganggu dan melanggengkan kekuasaan dengan cara yang tidak sehat dan tidak adil.

Padahal, kata dia, demokrasi adalah persaingan yang sehat.

Baca juga: Buka Peluang Lengserkan Prabowo, Sosok Gubernur Ini Siap Maju Capres: PKS Malah Bereaksi Keras

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved