Mutilasi di Mimika

Mahasiswa Nduga Minta DPRP Bertindak Atas Kasus Mutilasi di Mimika

"Kasus ini membuat kita semua kaget, karena cara pembunuhannya tidak seperti biasanya, maka itu kami DPRP juga tidak diam, kata Laurenzus Kadepa.

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Calvin Erari
Ikatan mahasiswa dan pelajar Kabupaten Nduga, Provinsi Papua se-Indonesia Kota Studi meminta DPRP Papua bertindak dalam kasus mutilasi 4 warga sipil di Mimika yang terjadi sejak 22 Agustus 2022 kemarin, Laurens Kadepa mengatakan DPRP tidak tinggal diam tetapi sudah bergerak sejak kasus tersebut ada. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Ikatan mahasiswa dan pelajar Kabupaten Nduga, Papua se-Indonesia kota studi Jayapura meminta Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) untuk bertindak dalam kasus mutilasi 4 warga sipil di Mimika yang terjadi sejak 22 Agustus 2022 kemarin.

Permintaan itu disampaikan langsung oleh sejumlah mahasiswa didepan gedung DPR Papua.

Selain itu mereka juga mendesak agar Dewan HAM PBB, Presiden RI, Kapolri, Panglima TNI, Kapolda Papua, Pangdam Cenderawasih, beserta Kapolres Mimika untuk membentuk tim investigasi dalam mengungkapkan motif dari kasus tersebut.

Baca juga: Potongan Tubuh Empat Korban Mutilasi Warga Nduga di Mimika Dimakamkan dengan Cara Dibakar

Dalam tuntutan itu terdapat beberapa Poin, yakni;

  1. Dewan PBB harus bentuk tim investigasi untuk mengusut tuntas kasus ini.
  2. Memecat secara tidak hormat oknum pelaku dan harus diadili dalam pengadilan umum di Mimika, Provinsi Papua.
  3. Menuntut pelaku harus dihukum mati
  4. Semua proses hukum harus dilakukan secara terbuka untuk umum.

 

 

Menanggapi tuntutan itu, Komisi I DPR Papua Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Laurenzus Kadepa, kepada Tribun-Papua.com, mengatakan pihaknya sudah mengambil tindakan setelah kasus tersebut ada.

Baca juga: Personel Kodim 1710/Mimika Gelar Apel Kesiapsiagaan Penjamputan Jenazah Mutilasi di RSUD Mimika

"Kasus ini membuat kita semua kaget, karena cara pembunuhannya tidak seperti biasanya, maka itu kami DPRP juga tidak diam, dimana sejak kasus ini ada kita langsung ambil tindakan untuk turun ke Mimika dan bertemu keluarga korban, Kapolres, serta Kompolnas, dan Kapolres Mimika begitu terbuka atas perkembangan kasus ini," kata Laurens saat dikonfirmasi di Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (16/9/2022).

Lanjut dia, untuk tuntutan keluarga korban pastinya akan menjadi hal utama, karena merekalah yang merasakan.

"Jadi harapan saya semoga proses hukumnya berjalan baik dan tidak boleh ada intervensi lain, artinya proses hukumnya bisa memuaskan keluarga korban, dan harus lebih terbuka kepada publik agar masalah ini selesai," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved