Kongres Masyarakat Adat

Tanjung Tunung, Spot Cuci Mata Peserta Sarasehan saat Kongres Masyarakat Adat Nusantara

Ada 12 kampung di Kota dan Kabupaten Jayapura dijadikan lokasi sarasehan kongres masyarakat adat terbesar, lima tahunan.

Tribun-Papua.com/Istimewa
WISATA - Kampung Yakonde di Distrik Waibu adalah satu dari 10 lokasi sarasehaan Kongres Masyarakat Adat Nusatara (KMAN) VI di Kabupaten Jayapura, Oktober mendatang. 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kampung Yakonde di Distrik Waibu adalah satu dari 10 lokasi sarasehaan Kongres Masyarakat Adat Nusatara (KMAN) VI di Kabupaten Jayapura, Oktober mendatang.

Secara keseluruhan, ada 12 kampung di Kota dan Kabupaten Jayapura dijadikan lokasi sarasehan kongres masyarakat adat terbesar, lima tahunan.

Kampung yang terletak dipinggiran Danau Sentani ini memiliki spot wisata yang menarik dan tidak kalah dengan destinasi wisata lainnya.

Warga setempat menyebutnya Tanjung Tunung.

Baca juga: Kampung Yakonde Siap Tampilkan Makanan Lokal Saat Kongres Masyarakat Adat

Tanjung Tunung takjauh dari Kampung Yakonde. Letaknya dapat dijangkau hanya dengan jalan kaki.

Indahnya Danau Sentani serta teluk kecil hingga perbukitan bisa dinikmati dari atas Tanjung Tunung.

Banyak pengunjung yang datang untuk menikmati pemandangan dari lokasi ini, atau sekedar untuk menghabiskan waktu rekreasi di sore hari.

Kepala Kampung Yakonde, Yakup Daimoe mengatakan, Pemkab Jayapura kini memberikan perhatian untuk mengembangkan destinasi wisata, menyambut KMAN VI.

Melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), Pemerintah Kampung Yakonde telah menganggarkan dana untuk pembangunan jalan dan pondok wisata di sekitar Tanjung Tunung.

Baca juga: Kampung Nendali Manfaatkan KMAN Dorong Ekonomi Warga, Makanan dan Camilan Khas Disiapkan

“Sebenarnya, tahun ini kami rencanakan untuk pembangunan jalan tetapi saat ini kami lebih fokus pada MCK dan air bersih,” ujarnya, Kamis (22/9/2022).

Selain Tanjung Tunung, di Kampung Yakonde juga terdapat spot wisata lainnya yakni Telaga Buaya.

Menuju Telaga Buaya membutuhkan waktu sekira 20 menit, menggunakan perahu motor.

“Kalau ada tamu yang ingin ke sana kami telah menyiapkan perahu untuk mengatar mereka,” tutupnya.(*)   

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved