Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

Mangkir Lagi dari Pemeriksaan, KPK Ragukan Alasan Sakit Lukas Enembe

Ali Fikri mengaku pihaknya memang telah mendapatkan pemberitahuan dari pihak kuasa hukum Lukas bahwa kliennya tak bisa datang karena sakit.

Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri. Ali menyebut KPK ragukan alasan sakit Lukas Enembe. Sebab, Gubernur Papua itu mangkir lagi dari panggilan pemeriksaan, Senin (26/9/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Gubernur Papua, Lukas Enembe, kembali mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (26/9/2022) kemarin.

Alasannya, orang nomor satu di Papua itu sedang sakit sehingga tidak dapat memenuhi panggilan pemeriksaan dari KPK.

Dengan mangkir lagi dari pemeriksaan, KPK ragukan alasan sakit Lukas Enembe.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan jika KPK pernah berurusan dengan tersangka yang menggunakan alasan sakit untuk menghindari pemeriksaan.

Baca juga: KPK Ingatkan Pengacara Lukas Enembe Bisa Dipidana jika Halangi Penyidikan

KPK pun menyayangkan sikap Lukas Enembe yang kembali mangkir dari panggilan.

Ali Fikri mengaku pihaknya memang telah mendapatkan pemberitahuan dari pihak kuasa hukum Lukas bahwa kliennya tak bisa datang karena sakit.

Namun, KPK masih meragukan informasi terkait kondisi kesehatan Lukas Enembe tersebut.

Karena KPK masih belum mendapatkan infotmasi yang sahih dari pihak dokter ataupun tenaga medis, yang bisa menerangkan kondisi kesehatan Lukas Enembe.

Lebih lanjut, Ali Fikri menyebut KPK tak segan-segan mempidanakan Kuasa Hukum Lukas Enembe, jika terus berupaya menghalangi proses penyidikan dari KPK.

Ketentuan tersebut juga sudah tercantum dalam Pasal 221 KUHP atau Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999.

“KPK pun tidak segan untuk mengenakan pasal Pasal 221 KUHP ataupun Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 kepada para pihak yang diduga menghalang-halangi suatu proses hukum."

"Bisa masuk dalam kriteria menghambat atau merintangi proses penyidikan yang KPK tengah lakukan," kata Ali Fikri dilansir Kompas.com, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Bakal Koordinasi dengan IDI untuk Cek Kesehatan Lukas Enembe, KPK: Harus Ada Second Opinion

Ali menilai jika seharusnya Kuasa Hukum Lukas Enembe ini bisa membantu proses penyidikan dari kasus dugaan korupsi dan gratifikasi yang menimpa kliennya itu.

Diketahui, panggilan KPK pada Lukas Enembe ini dilakukan untuk pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi APBD Papua dan gratifikasi. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved