Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

Ancaman Bagi Kuasa Hukum Lukas Enembe adalah Obstruction of Justice, Apabila?

Kuasa Hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening bakal dikenakan pasal perintangan penyidikan alias obstruction of justice.

Editor: Roy Ratumakin
Jeprima/Tribunnews.com
Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe saat memberikan keterangan pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM – Kuasa Hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening bakal dikenakan pasal perintangan penyidikan alias obstruction of justice.

Adapun pengenaan pasal ini dilakukan jika kuasa hukum Enembe terbukti sengaja berusaha merintangi penyidikan KPK.

Hal ini dikatakan Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Selasa (27/9/2022) dikutip dari laman WartaKotaLive.com.

Baca juga: Lukas Enembe Sakit dan Berobat di Singapura Sambil Main Judi, Pengacara: Cari ‘Refreshing’

"KPK pun tidak segan untuk mengenakan Pasal 221 KUHP ataupun Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 kepada para pihak yang diduga menghalang-halangi suatu proses hukum (Obstruction of Justice)."

"Sepanjang kemudian nanti memang ada kesengajaan dalam proses yang sedang KPK lakukan itu kemudian menghalangi proses penyidikan," lanjut Ali Fikri.

 

 

Sebagai penasehat hukum, kata Ali, seharusnya Stefanus Roy Rening sebagai kuasa hukum bisa menjadi perantara yang baik antara klien dengan KPK.

Sehingga proses penanganan perkara dapat berjalan efektif dan efisien.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening merespon adanya kabar penjemputan paksa terhadap kliennya.

Penjemputan ini disampaikan karena Lukas Enembe dua kali mangkir dari pemeriksaan.

Baca juga: Direktur Asia Cargo Airline Terseret Kasus Lukas Enembe, KPK Periksa Revy Dian Permata Sari

Atas kabar ini, Roy menampiknya, ia menyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan melakukan penjemputan paksa kepada Lukas Enembe.

Narasi penjemputan paksa tersebut, lanjut Roy, bukan berasal dari KPK, melainkan dari luar penyidikan.

"Terkait jemput paksa, saya kira narasi ini dikembangkan di luar penyidikan."

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved