Pemkot Jayapura

Sopir Angkot Jayapura Naikkan Sepihak Tarif Penumpang, Kadishub: Belum Ada Surat Edaran Resmi

Tarif yang sebelumnya untuk rute Entrop ke Kota Jayapura per 16 Agustus 2022, Rp4.500, kini dinaikkan menjadi Rp6 ribu. Surat edaran dipalsukan?

Tribun-Papua.com/Patricia Bonyadone
ANGKOT - Aktivitas angkutan umum di Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Jumat (23/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sopir angkutan umum (angkot) di Kota Jayapura menaikan tarif penumpang secara sepihak.

Tarif yang sebelumnya untuk rute Entrop ke Kota Jayapura per 16 Agustus 2022, Rp4.500, kini dinaikkan menjadi Rp6 ribu.

Sopir angkot mengeklaim, naiknya tarif penumpang seiring naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional.

Baca juga: Belum Ada Ketentuan Kenaikan Tarif Angkutan Umum Kota Jayapura, Sopir Angkot Bertindak Sepihak

Berdasarkan penulusaran Tribun-Papua.com, supir angkot menaikan tarif penumpang dan menempel surat edaran dari Pemerintah Kota Jayapura di badan bobil.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Justin Sitorus, membantah adanya edaran tersebut.

"Itu tidak benar, karena belum ada keputusan secara resmi baik kabupaten maupun kota," tegas Justin lewat gawainya kepada Tribun-Papua.com, Rabu (28/9/2022).

Ia juga menyatakan, apabila masyarakat menemukan surat edaran tersebut bisa segera dilaporkan.

"Bisa langsung foto plat mobilnya, lalu laporkan ke petugas Dishub. Karena belum ada keputusan secara resmi," jelasnya.

Justin mengatakan, alasan keputusan hingga kini belum diberikan kepada publik, karena masih meunggu rujukan dari Pemerintah Provinsi Papua.

Baca juga: Frans Pekey Minta Sopir Angkot di Jayapura Sabar: Tunggu Penyesuaian Tarif dari Pemprov Papua

"Kalau kita dahului tanpa merujuk dari provinsi itu salah juga, kota dan kabupaten terus menunggu," katanya.

Ia menambahkan, jika surat edaran sudah dibuat di tingkat provinsi, maka akan langsung ditanggapi kota dan kabupaten, hingga disosialisasikan ke para pemilik angkutan umum.

"Dengan sendirinya akan dikeluarkan, ini loh dasar penghitungan tarif. Jadi, kita kabupaten dan kota tinggal mengkalikan dengan jarak kilometer," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved