Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

Keluarga Lukas Enembe akan Beri Keputusan soal Tawaran KPK untuk Berobat ke Jakarta

Tim hukum gubernur akan menemui keluarga Lukas Enembe untuk membicarakan tawaran yang diberikan KPK untu berobat di Jakarta.

(kontributor Tribunnews.com, B Ambarita)
Gubernur Papua, Lukas Enembe - Tim hukum gubernur akan menemui keluarga Lukas Enembe untuk membicarakan tawaran yang diberikan KPK untu berobat di Jakarta. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi kesempatan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe berobat ke Singapura jika Lukas mau menjalani pemeriksaan di Jakarta terlebih dulu.

Terkait tawaran tersebut, Ketua Tim Hukum Lukas Enembe, Stephanus Roy Rening, mengungkapkan, pihaknya terus berkomunikasi dengan Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur.

Roy mengatakan Lukas Enembe akan mempertimbangkan tawaran KPK tersebut.

Baca juga: Minta SBY dan AHY Imbau Lukas Enembe Penuhi Panggilan KPK, MAKI Singgung Perintah Jokowi

Gubernur Papua, Lukas Enembe
Gubernur Papua, Lukas Enembe ((Dok Staf Khusus Gubernur Papua))

"Pak Asep Guntur tadi sudah berbicara langsung dengan Pak Lukas melalui telepon, beliau meminta Pak Lukas datang dulu ke Jakarta dan diperiksa oleh dokter KPK dan IDI baru kemudian diberikan izin ke Singapura," ujar Roy di Jayapura, Rabu (28/9/2022) malam.

Roy juga akan berbicara kepada keluarga yang saat ini berjaga di depan kediaman Gubernur Papua Lukas Enembe.

Menurut dia, selain sebagai Gubernur Papua, Lukas Enembe merupakan tokoh adat yang terikat oleh aturan adat masyarakat pegunungan yang kini tidak memperbolehkannya keluar dari rumah.

Oleh karena itu, tim hukum gubernur akan menemui keluarga Lukas Enembe untuk membicarakan tawaran yang diberikan KPK.

Baca juga: Lukas Enembe 2 Kali Mangkir dari Panggilan KPK, Gerindra: Kalau Tak Merasa Bersalah Ya Datang Saja

"Saya akan bahas dengan keluarga besok atau lusa dan keputusan itu ada di pihak keluarga Pak Lukas," kata dia.

Sebelumnya, Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi sebesar Rp 1 miliar sejak 5 September 2022.

Selain dicekal keluar negeri, beberapa rekening Lukas Enembe yang memiliki tabungan sebesar Rp 71 miliar telah diblokir Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

KPK telah memanggil Lukas Enembe sebagai tersangka pada 12 September, tetapi Gubernur Papua itu tidak hadir karena sakit.

KPK telah mengirim surat panggilan kedua kepada Lukas Enembe agar diperiksa di Gedung Merah Putih, Jakarta, pada 25 September 2022. Lukas kembali tak hadir karena alasan kesehatan.

(Kompas.com/Dhias Suwandi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul KPK Tawarkan Pemeriksaan Kesehatan di Jakarta, Ini Jawaban Tim Hukum Gubernur Papua

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved