KKB Papua
OPM Klaim Tembak dan Bantai 4 Pekerja di Bintuni Papua Barat, Sebby Tuding Korban Intelijen
Jubir OPM menuding keempat pekerja yang tewas dibantai merupakan intelijen Indonesia. Mereka juga menembaki para pekerja saat hendak lari.
TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI - Organisasi Papua Merdeka (OPM) bertanggung jawab atas penyerangan 12 pekerja di jalan trans Bintuni-Maybrat, Papua Barat.
Pengadangan di jalan Distrik Moskona Barat-Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, itu menewaskan 4 pekerja.
Kelompok bersenjata mengadang truk yang ditumpangi korban hingga membantai mereka.
Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Barat (OPM), Sebby Sambom, mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas pembunuhan ini.
Baca juga: Detik-detik Pekerja Dibantai Kelompok Bersenjata di Bintuni Papua Barat, Polisi: Empat Orang Tewas
Militan TPNPB yang dipimpin Arnoldus Yancen Kocu disebut sebagai aktor pembantaoian secara brutal.
Sebby menyebut, Arnoldus Yancen Kocu Cs bertoperasi di Kodap IV Sorong Raya hingga Kabupaten Maybrat.
Dia menuding keempat pekerja yang tewas dibantai merupakan intelijen Indonesia.
Selain itu, tentara OPM juga menembaki para pekerja saat hendak lari menyelamatkan diri.
Bahkan pasukan OPM juga membakar dua kendaraan truk dan alat berat eskavator.
Baca juga: 12 Pekerja Jalan Trans Bintuni-Maybrat Ditembaki TPNPB, Ini Kata Polda Papua Barat!
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus penembakan disertai pembantaian sadis oleh kelompok bersenjata di Teluk Bintuni.
Ia memastikan, empat orang pekerja tewas dalam aksi keji tersebut.
"Benar bahwa korban empat meninggal dunia," uijar Adam Erwindi.
Menurutnya, aksi ini masih rangkaian dari kasus penembakan di jalan trans Bintuni Maybrat Papua Barat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/juru-bicara-tpnpb-opm-sebby-sambom-kanan.jpg)