Duta Bahasa Papua
Unipa Dukung 3 Mahasiswanya yang Masuk Finalis Duta Bahasa Papua
Ini satu penghormatan dan penghargaan. Kami diundang langsung oleh Kepala Balai Bahasa, dan saya merasa wajib hadir. Ini bentuk kehormatan
Penulis: Yulianus Magai | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Dr. Simson Werimon, SE., M.Si., turut hadir langsung dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Papua Tahun 2025 yang digelar oleh Balai Bahasa Provinsi Papua.
Kegiatan ini mengusung tema “Terbit dari Timur bersinar bagi Semua”, dan berlangsung di Hotel Zuni, Abepura, Kota Jayapura, sejak Kamis (24/7/2025) hingga Minggu (27/7/2025).
Baca juga: Tiga Tahun Provinsi Papua Tengah, Gubernur Meki Nawipa Dorong Percepatan Pembangunan
Dalam sela sela kegiatan, Dr. Simson Werimon mengungkapkan rasa bangga dan penghargaan atas undangan serta keterlibatan Kampus Unipa dalam ajang tahunan tersebut.
“Ini satu penghormatan dan penghargaan. Kami diundang langsung oleh Kepala Balai Bahasa, dan saya merasa wajib hadir. Ini bentuk kehormatan khusus yang juga diberikan kepada para finalis,” ujarnya Jumat, (25/7/2025).
Baca juga: HUT ke 3 Papua Pegunungan, MRP Ajak Semua Bersatu Bangun Daerah
Simson menyebutkan kehadirannya juga sebagai bentuk dukungan karena terdapat tiga mahasiswa dari Unipa Manokwari yang berhasil lolos menjadi finalis Duta Bahasa Papua 2025.
"Kebetulan ada tiga mahasiswa kami yang lolos sebagai finalis. Rektor pun menugaskan saya untuk hadir langsung memberikan dukungan. Mereka ini mewakili Papua Barat dan berkompetisi bersama finalis dari seluruh Tanah Papua,” jelasnya.
Baca juga: Papua Pegunungan Bahas 21 Ranperda Eksekutif dan 3 Ranperda Legislatif
Ia menambahkan ketiga mahasiswa tersebut memiliki portofolio prestasi yang sangat baik di bidang bahasa dan kebudayaan.
“Mereka punya catatan prestasi yang kuat, mulai dari tingkat kampus hingga regional. Ini membuktikan bahwa mereka adalah generasi muda yang berbakat dan layak tampil di ajang seperti ini,” kata Simson.
Baca juga: KPU Keerom Bincang-Bincang Pemilihan Suara Ulang Bersama Stakeholder
Ia berharap proses pemilihan Duta Bahasa dilakukan secara terbuka dan transparan, sehingga publik bisa melihat siapa yang benar-benar layak menyandang predikat tersebut.
“Kami berharap prosesnya terbuka, agar masyarakat bisa melihat siapa yang terbaik. Tentu kami berharap ada yang mewakili dari wilayah Papua Barat juga,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sdadnadaidskafakg.jpg)