Tragedi Stadion Kanjuruhan

Mahfud MD Minta Jenderal Andika Usut Anggota TNI yang Bertindak Berlebihan saat Tragedi Kanjuruhan

Mahfud MD minta Panglima TNI Jenderal Andika selidiki anggota TNI bertindak berlebihan saat tragedi Kanjuruhan.

Istimewa
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa - Mahfud MD minta Panglima TNI Jenderal Andika selidiki anggota TNI bertindak berlebihan saat tragedi Kanjuruhan. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengusut tindakan berlebihan yang dilakukan anggota TNI saat tragedi Kajurugan Malang, Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan Mahfud MD saat memimpin Rapat Koordinasi Khusus Lintas Kementerian dan Lembaga terkait penanganan Tragedi Stadion Kanjuruhan di kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).

Diketahui, dalam video yang beredar di media sosial menunjukkan anggota TNI yang ikut menjaga keamanan di Kanjuruhan terlihat melakukan tindakan kasar kepada beberapa orang supporter yang berada di lapangan.

Baca juga: Jokowi Beri Sejumlah Arahan soal Tragedi Kanjuruhan, Usut Tuntas hingga Hentikan Sementara Liga 1

Suporter Arema FC, Aremania turun kedalam stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.
Suporter Arema FC, Aremania turun kedalam stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. (SURYA/Purwanto)

"Kepada Panglima TNI juga diminta melakukan tindakan cepat sesuai aturan yang berlaku. Karena di dalam video-video yang beredar, ada juga TNI yang nampaknya melakukan tindakan berlebih dan di luar kewenangannya," kata Mahfud saat konferensi pers.

"Apakah itu video itu benar atau tidak, Panglima TNI akan segera meneliti dan mengumumkannya kepada kita semuanya," sambung dia.

Terkini, Mahfud mengumumkan pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang di kantor Kemenko Polhukam RI Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).

Tim tersebut, kata Mahfud, dibentuk untuk mengungkap kasus atau peristiwa Kanjuruhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022.

Baca juga: Pemerintah Bentuk TGIPF Tragedi Stadion Kanjuruhan, Dipimpin Langsung oleh Mahfud MD

"Pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang akan dipimpin langsung oleh Menko Polhukam yang keanggotaannya akan ditetapkan paling lama dalam 24 jam ke depan," kata Mahfud.

Tim tersebut, kata Mahfud, nantinya akan terdiri dari pejabat atau perwakilan kementerian terkait, organisasi profesi olahraga sepak bola, pengamat, akademisi, dan media massa.

Mahfud mengatakan anggota tim nantinya akan diumumkan secepatnya.

"Itu yang tugasnya kira-kira akan bisa diselesaikan, diupayakan selesai dalam dua atau tiga minggu ke depan," kata Mahfud.

Mahfud menyampaikan Pemerintah Indonesia sangat terpukul dengan peristiwa yang terjadi di Kanjuruhan Malang yang sedikitnya telah menyebabkan 125 orang meninggal dunia.

Ia berharap korban meninggal dunia akibat tragedi tersebut tidak bertambah.

Baca juga: Polisi Tembak Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan, Yan Mandenas: Langkah yang Salah!

"Kalau tidak bertambah kita ini akan menjadi negara terbesar ketiga yang dunia persepakbolaannya memakan korban besar di dunia. Pertama itu Peru itu jumlah korbanya 320 sekian, 328. Lalu Ghana 126 dan yang ketiga Indonesia sekarang dengan jumlah 125 korban jiwa," kata Mahfud.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved