Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

GAWAT! Rekening Istri Gubernur Lukas Enembe, Yulce Wenda Diblokir. Ini Kata KPK

Kata Ali Fikri, pemblokiran tersebut untuk keperluan pembuktian dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret sang suami.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Yulce Wedan, istri dari Gubernur Papua Lukas Enembe dalam suatu kesempatan. 

TRIBUN-PAPUA.COM – Setelah rekening Gubernur Lukas Enembe diblokir Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi (PPATK), kini giliran rekening sang istri, Yulce Wedan diblokir.

Soal pemblokiran rekening Yulce Wenda tersebut dibenarkan Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.

Kata Ali Fikri, pemblokiran tersebut untuk keperluan pembuktian dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret sang suami.

Baca juga: Istri dan Anak Lukas Enembe Bakal Dijemput Paksa KPK, Ali Fikri: Sesuai Ketentuan Hukum!

Diketahui, PPATK menemukan sejumlah transaksi mencurigakan dari rekening Lukas Enembe.

Transaksi mencurigakan tersebut mulai dari pembelian perhiasan mahal hingga setoran ke kasino mencapai Rp 560 miliar.

"Benar, penyidik melakukan pemblokiran rekening bank istri tersangka Lukas Enembe sebagai bagian kebutuhan pembuktian pada proses penyidikan perkara ini," kata Ali dalam pesan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (6/10/2022).

Menurut Ali, pemblokiran rekening istri Lukas itu tidak terkait dengan istri Lukas yang tidak memenuhi panggilan penyidik KPK.

Adapun Yulce dan anaknya, Astract Bina Timoramo atau Bona Enembe dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Rabu (5/10/2022). Namun, keduanya mangkir.

"Bukan karena saksi tersebut mangkir tidak datang memenuhi panggilan KPK," ujar Ali.

KPK segera menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Yulce dan Bona.

Baca juga: Blokir Rekening Istri Lukas Enembe, KPK: Bukan karena Saksi Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan

Bakal Dijemput Paksa

Ali Fikri mengatakan, jika pada panggilan kedua tersebut mereka kembali mangkir, KPK bisa melakukan jemput paksa sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, Ali menegaskan, pemanggilan Yulce dan Bona tidak hanya sebagai saksi bagi Lukas.

Karena itu, KPK menilai alasan mereka tidak menghadiri panggilan penyidik karena masih memiliki hubungan keluarga dengan Lukas tidak dapat diterima.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved